Jay | initasik.com
Peristiwa

Oyoh Kebingungan tak Dapat Jatah Beras dari Masjid Agung Kota Tasik

initasik.com, peristiwa | Oyoh, warga Riungkuntul, jalan lunglai menghampiri panitia pembagian beras di Masjid Agung Kota Tasikmalaya, Senin, 8 Mei 2017.  Usianya yang sudah 74 tahun membuat dirinya sulit berjalan.

Tiap langkahnya lama. Tampak berat mengangkat kaki. “Panitiana di mana, A,” tanyanya sembari mengatur napas.  Orang-orang lalu-lalang di depannya. Mereka membawa beras yang sudah dikemas dalam kantong plastik bening. Oyoh hanya bersandar pada dinding masjid.

Ditanya initasik.com, ia mengaku tidak punya kupon yang bisa ditukarkan dengan beras. Sebelumnya memang tidak tahu. Ada pembagian beras pun dapat kabar dari tetangganya. “Caroge nu nuju teu damang stroke ge dikantunkeun heula. Nyalira di bumi,” ujarnya menerangkan, ia bela-belain meninggalkan suaminya yang sedang sakit stroke demi dapat sekantong beras. Oyoh pulang dengan tangan kosong.

Tatang Faried, sekretaris Imaroh DKM Masjid Agung Kota Tasikmalaya, menjelaskan, beberapa hari sebelum hari-H, panitia sudah mendata siapa saja yang berhak mendapatkan beras. Kerja sama dengan RT/RW dan organisasi lainnya. Mereka yang akan menerima beras diberi satu kupon.

“Semuanya ada 5.214 kantong beras. Isinya 3 kg per kantong. Kalau totalnya ada 15.842 kg. itu kita dapat dari para agniya. Ada uang juga Rp 9 juta lebih. Kita belikan beras dan untuk biaya operasional,” tuturnya.

Pembagian beras itu rutin dilakukan setiap tahun. Setahun dua kali. Sasarannya masyarakat prasejahtera se-Kota Tasikmalaya. DKM Masjid Agung hanya menjembatani. Menyalurkan bantuan dari kaum berada.

Wali Kota Tasikmalaya, Budi Budiman, yang pertama memberikan beras, berharap, bantuan tersebut dapat meringankan beban hidup masyarakat. “Ini sebagai bentuk kesalehan sosial. Kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak. Semakin banyak kegiatan sosial semacam ini akan membantu masyarakat,” tuturnya. [Jay]

Komentari

komentar