Uu Ruzhanul Ulum | Dok. initasik.com
Humaniora

Pahlawan Tanpa Tanda Pengakuan Itu Bernama Guru Sukwan

initasik.com, humaniora | Keberadaan guru sukarelawan (sukwan) di Kabupaten Tasikmalaya tidak bisa dipandang sebelah mata, meski nasib mereka jauh berbeda dengan para guru yang berstatus Pegawai Negeri Sipil.

Bupati Tasikmalaya, UU Ruzhanul Ulum, mengatakan, guru sukwan adalah pahlawan dunia pendidikan. “Kalau tidak ada guru sukwan, proses pembelajaran pasti terhenti. Akan ada kegaduhan di dunia pendidikan,” tandasnya.

Ia menilai, jasa para guru sukwan sangatlah besar. Kini, di setiap kelas ada gurunya, sekalipun itu sukwan. “Salah satu bentuk perhatian, kami sudah mengajukan kepada pemerintah pusat untuk diprioritaskan mereka jadi PNS. Kami juga beri bantuan kepada mereka,” ujar Uu.

Pujian senada disampaikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tasikmalaya, Kundang Sodikin. Menurutnya, keberadaan guru sukwan sangat membantu proses pengajaran di sekolah.

“Saya harap ke depan ada pengangkatan. Kita sudah mengusulkan kepada pemerintah pusat agar ada pengangkatan PNS dan memprioritaskan mereka yang sudah mengabdi tanpa mengurangi pengabdiannya, meski dibayar seadanya,” papar Kundang.

Sementara itu, Ketua Komis 4 DPRD Kabupaten Tasikmalaya, Ami Fahmi, berharap, agar bupati memberikan Surat Keputusan (SK) kepada para guru sukwan sebagai tanda pengakuan dan dasar mereka dalam mengajar.

“Jangan seperti selama ini. Mereka tidak diberi SK, sedangkan tenaganya dimanfaatkan. Saya dapat informasi, guru sukwan seringkali dimanfaatkan, dikorbankan untuk lelah bekerja, sementara yang PNS leha-leha. Itu zalim,” tandasnya.

Terkait SK tersebut, bupati menyebutkan, pemerintah daerah tidak bisa mengeluarkannya, karena ada aturan yang melarang. [Jay]

Komentari

komentar

zvr
Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?