Etalase

Panday Besi Ukar Pernah Membuat 200 Tombak Untuk Dikirim ke Perancis

initasik.com, etalase | Tidak banyak yang berubah dari Panday Besi Ukar, Jl. Sindangsari, Bantarsari, Kecamatan Bungursari, Kota Tasikmalaya. Dari dulu tempatnya di sana. Tidak pindah-pindah. Model saungnya pun masih begitu.

Tapi ada satu yang berubah, yakni blower. Itu merupakan alat yang digunakan untuk menghembuskan angin ke tungku pembakaran. “Kalau dulu pakai tangan, diputer,” ungkap Aa Sumarna, penerus usaha Panday Besi Ukar. Ia merupakan cucu dari Abah Ukar.

Menurutnya, penggunaan blower itu sangat membantu pekerjaannya. Tidak lagi memerlukan tenaga tangan untuk sekadar menyalakan tungku pembakaran. Tinggal pencet saklar on/off, api pun menyala besar. Praktis, pekerjaan bisa cepat selesai. Pesanan-pesanan seperti membuat martil, pahat, linggis, kunci besi beton, arit, cangkul dan lainnya bisa dibereskan sesuai target.

Ia menyebutkan, usaha turun temurun itu sudah dirintis sekitar 50 tahun lalu. Sampai sekarang masih bertahan, lantaran tetap menomorsatukan kualitas. Pelanggannya bukan hanya dari Tasikmalaya, dari Ciamis, Kawali, dan Garut pun masih memesan alat-alat kerja ke tempatnya. Beberapa tahun lalu, ia mengaku pernah mengirimkan ratusan produk buatannya ke Perancis.

Soal lama pengerjaan, itu tergantung pesanan yang diminta. Martil besar, misalnya, pembuatannya bisa sampai sepuluh hari dan menghabiskan sepuluh karung arang. Martil seberat 12 kg itu jasa pembuatannya Rp 1,5 juta. Itu kalau pemesan bawa sendiri bahan bakunya. Kalau tidak, harganya lebih mahal.

Mahalnya harga pembuatan, ujar Aa, sebanding dengan kualitas barang. Ia mencontohkan, linggis jadi yang dijual di toko-toko bangunan kualitasnya lebih rendah dibanding linggis buatannya.

Tak heran, para pekerja bangunan atau pemugar gunung lebih senang membuat alat-alat kerjanya di tempat Aa. Termasuk pemesan tumbak pagar yang akan dikirim ke luar negeri. “Dulu pernah ada orang yang memesan 200 tombak untuk dikirim ke Perancis,” ujar suami Neri Handayani dan ayah dua putri itu. [Jay]