Peristiwa

Para Jompo Itu Terpaksa Tidur di Luar Kamar

Kabupaten Tasik | Belasan penghuni Panti Sosial Tresna Werdha (PSTW) Welas Asih terpaksa tidur di luar kamar. Mereka harus tidur di kursi teras, di depan WC, atau di pinggir pintu masuk ruang tidur.

Panti sosial yang berada di Kp. Pengkolan 05/01, Desa Cikadongdong, Kecamatan Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, itu kekurangan tempat tidur. “Tidak semua penghuni punya kamar.  Itu terkait keterbatasan fasilitas dan kemampuan kami. Bayangkan, kamar hanya ada 16, sedangkan penghuni 55 orang,” ujar pengelola PSTW Welas Asih, Eka Sukmawati, beberapa waktu lalu.

Menurutnya, satu kamar ada yang diisi tiga sampai empat orang. “Yang empat orang ada dua kamar, tiga orang ada dua kamar, sisanya dua orang. Ada juga yang satu kamar seorang. Itu karena kamarnya kecil,” ungkapnya.

Sejak didirikan 1996, aku Eka, pantinya kurang mendapatkan perhatian pemerintah. Padahal, beberapa jompo atau anak yang terlantar dititipkan oleh pemerintah.

Sementara itu, Adzmi, 76 tahun, penghuni panti mengatakan, sebelumnya dia pernah tinggal di dalam kamar. Tapi, karena banyak peghuni baru yang lebih membutuhkan, ia terpaksa mengalah. “Abdi mah sok bobo dina korsi. Seueur rengit. Hoyong pisan dikamaran. Teu aya kamar. Parinuh. Seueur anu enggal,” imbuhnya. initasik.com|asm

Komentari

komentar