Para pembersih makam di TPU Cieunteung | Syaepul/initasik.com
Informasi

Para Pembersih Makam Dadakan Penuhi Tempat Pemakaman Umum

initasik.com, informasi | Dara muda berperawakan kecil itu tampak cantik. Pakaiannya rapih. Bersih. Tangannya memegang sapu lidi. Ia adalah pembersih makam di tempat pemakaman umum (TPU) Cieunteung, Kota Tasikmalaya.

Dia tidak sendirian. Banyak rekan sebayanya yang mendadak jadi pembersih makam. Mereka berkerumun di masuk pintu TPU. Saat datang peziarah, mereka serta merta mengikuti sambil bertanya makamnya sebelah mana. Tanpa diperintah, mereka langsung membersihkan makam. “Hey, awas ada yang mau ngambil foto,” ucap seorang perempuan muda mengingatkan rekan-rekannya. Niat initasik.com mau mengabadikan mereka urung dilakukan.

Dani Ramdani, pembersih makam, mengatakan, kebanyakan pembersih makam di sana dadakan. Di hari pertama masih mending, esok harinya satu peziarah bisa dikerumuni sama delapan orang.

“Banyak anak kecil dan anak-anak muda yang menjadi tukang bersih dadakan. Kalau saya mencari buat jajan saja. Sudah dapat Rp 50 ribu, berhenti,” ujarnya seraya menyebutkan, banyak di antara pembersih makam dadakan itu satu keluarga. Wajar bila mereka tidak mau difoto. “Mungkin malu,” imbuhnya.

Baca juga: Mengais Rupiah dari Peziarah Kubur di Pemakaman Umum

Pembersih makam lainnya, Acih, 60 tahun, mengaku, setiap hari dirinya memang tukang bersih-bersih makam. Kalau di hari lebaran ini, sehari bisa dapat Rp 100 ribu. Ia tidak mematok tarif. Diberi berapapun diterima. Beda lagi dengan mereka yang sudah punya “langganan”. Bisa dapat Rp 50 ribu atau Rp 100 ribu dari seorang peziarah.

Baca juga: Tukang Parkir di Sekitaran Pemakaman Umum Kantongi Jutaan Rupiah

Sulaeman, petugas pemungut retribusi makam TPU Cieunteung, mengatakan, di tanah seluas 2,75 hektar itu terdapat sebanyak 7,907 makam. Biasanya, keramaian tersebut hanya bertahan sampai tiga hari. “Memang banyak yang mendadak jadi pembersih makam. Tapi itu di hari lebaran saja,” ucapnya.

Terpisah, Taryono, petugas pemungut retribusi makam TPU Muslim Cinehel, mengatakan, tiap Hari Raya Idul Fitri banyak yang mengais rezeki di pemakaman. Mendadak banyak pedagang, penjual bunga tabur, pembersih makam dan lain-lain. “Yang rutin jualan bunga ada satu orang. Penyapu harian itu ada sekitar 30 orangan, kalau pas Hari Raya bisa mencapai 150 orang,” sebutnya. [Syaepul]

Komentari

komentar

zvr
Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?