Peristiwa

Para Sopir Angkot Kabur Setelah Disemprot “Water Canon”

initasik.com, peristiwa | Unjuk rasa para sopir angkutan kota (angkot) di halaman kantor Pemkot Tasikmalaya, Rabu, 17 Januari 2018, berujung ricuh. Bukan hanya sekali. Kericuhan terjadi berulang-ulang.

Dalam aksi yang juga diikuti penarik becak dan ojek pangkalan itu sempat terjadi keribuatan antarsopir yang disebabkan salah paham. Beberapa orang yang dikira provokator diamankan, termasuk sopir yang mabuk. Massa juga sempat membakar ban di lapang upacara.

Selain menuntut ketegasan Pemkot Tasikmalaya melarang beroperasinya angkutan umum berbasis aplikasi, mereka meminta Wali Kota Tasikmalaya, Budi Budiman, hadir di hadapan peserta aksi dan membacakan surat edaran bernomor: 551.21/151/Dishub yang berisi larangan operasi bagi pengusaha angkutan dalam jaringan (daring) alias online.

Namun, Budi tidak bisa hadir. Ia dikabarkan tugas ke luar kota. Massa diterima Kepala Dishub Kota Tasikmalaya, Aay Z Dahlan, didampingi Kepala Kesbangpol Deni Diyana. Aay menyebutkan, untuk angkutan umum berbasis aplikasi masih ada batas waktu sampai 24 Januari 2018.

“Kalau perusahaan angkutan tidak bisa menunjukkan izin operasi dari provinsi, terhadap mereka akan dilakukan penindakan setelah tanggal 24 Januari 2018. Polisi nanti akan melakukan penindakan,” tutur Aay.

Dalam kesempatan tersebut, Aay menyampaikan, berdasarkan Keputusan Gubernur Jawa Barat nomor: 550/Kep 1064-Dishub/2017, disebutkan, untuk wilayah operasi Priangan Timur kuotanya sebanyak 576 unit. Sedangkan untuk Kota Tasikmalaya, kuotanya 122 mobil.

Mendengar pernyataan tersebut, beberapa orang berang. Mereka tetap menolak keberadaan angkutan berbasis aplikasi ada di Kota Tasikmalaya. Namun, permintaan tersebut tidak diamini Aay, karena di luar kewenangannya.

Unjuk rasa yang berlangsung sekitar enam jam itu berakhir setelah polisi menyemprotkan water canon dan gas air mata, karena massa mulai beringas. Mereka langsung kabur tancap gas meninggalkan area bale kota. [Dan]

Komentari

komentar

zvr
Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?