Informasi

“Paraji” Bukan Pilihan Baik untuk Melahirkan

initasik.com, informasi | Angka Kematian Ibu di Kabupaten Tasikmalaya mengalami penurunan. Dibanding sebelumnya, tahun ini ada 18 kasus. Kepala Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya, dr Ratih Tedja Sukmara, menyebutkan, pada tingkat provinsi, saat ini Kabupaten Tasikmalaya sudah keluar dari rangking sepuluh besar angka kematian ibu tertinggi di Jawa Barat.

Ratih menyebutkan, ada banyak faktor yang mempengaruhi Angka Kematian Ibu di Kabupaten Tasikmalaya, di antaranya adalah masih banyaknya ibu hamil yang melahirkan di paraji atau dukun anak.

Ia menegaskan, paraji bukanlah pilihan yang baik untuk melahirkan. Selain disiplin ilmunya minim, fasilitasnya juga seadanya. Hal itu bisa berakibat fatal bagi ibu ataupun bayi yang dilahirkan.

Selain itu, penyebab terjadinya kematian ibu, sambung Ratih, adalah periode kehamilan yang terlalu banyak, misalnya sampai 5 kali kehamilan, kemudian hamil di usia di atas 40 tahun. Hamil saat usia di atas 40 tahun membuat rahim tidak bisa berkontraksi dengan sempurna, sehingga menyebabkan pendaraahan sampai kematian ibu.

“Di Kabupaten Tasikmalaya juga anemia masih tinggi, sehingga menyebabkan kematian bayi. Kami sudah rutin sosialisasi SOP mengenai pertolongan gawat darurat pada ibu dan bayi. Dibuat keseragaman tentang bagimanana menatalaksanakan kegawatdaruratan pada ibu hamil,” tuturnya.

Upaya-upaya yang dilakukan Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya guna menekan Angka Kematian Ibu di antaranya gencar sosialisasi program Keluarga Berencana dan hal-hal lainnya yang terkait masalah-masalah kehamilan.

Dijelaskan, dengan mengikuti program Keluarga Berencana, risiko angka kematian ibu bisa ditekan sampai 42 persen. Pihaknya melakukan kerjasama bersama BKKBN untuk melakukan berbagai macam pencegahan, terutama meningkatkan jumlah peserta KB dan capaian peserta aktif. [wrd/initasik.com]