Dok. Pribadi
Olahraga

Parkour Tasikmalaya; Dilatih Berani Hadapi Rintangan Kehidupan


initasik.com, olahraga | Selain olahraga yang menyehatkan, parkour juga melatih seseorang untuk berani menghadapi setiap rintangan dalam kehidupan sehari-hari. Bukan sekadar gaya-gayaan. Loncat sana loncat sini tak karuan. Tidak begitu.

Kebebasan bergerak dari satu titik ke titik lain dalam olahraga parkour bukan tanpa batas. Tidak melawan aturan. Tetap bertanggung jawab. Misalnya, ketika ada tanda larangan untuk memanjat atau menginjak satu bangunan, itu dipatuhi.

“Sebagian orang melihat parkour mengajarkan hal negatif. Seenaknya naik pagar atau gedung orang. Padahal tidak begitu. Kita mempertimbangkan dahulu sebelum melakukan aktivitas. Parkour mengajarkan untuk bergerak menuju kebebasan tanpa melawan aturan,” tutur Hamdan Mudhofar, pimpinan Parkour Tasikmalaya.

Menurutnya, dengan Parkour ia belajar mengekspresikan kebebasan diri tanpa mendobrak aturan yang ada atau melanggar hak orang lain. Kebebasan mengekspresikan diri secara sadar dan penuh tanggung jawab.

“Misalkan di tower ada tulisan jangan naik atau rumput jangan diinjak, walaupun gerakan kita bebas, tapi kita masih mematuhi aturan,” tandas mahasiswa Unsil itu.

Ia mengatakan, olahraga asal Perancis itu bukan sekadar aksi ekstrim yang hanya mengandalkan kekuatan tubuh untuk berlari, melompat, memanjat, vaulting, dan landing. Tapi, membutuhkan kepekaan, kecepatan berpikir, dan kesadaran untuk memiliki rasa percaya diri.

Selain itu, olahraga ini memiliki banyak manfaat untuk kesehatan dan kepribadian.  “Mengolah tubuh, berpikir cepat, dan membangun rasa  percaya diri. Initinya, kita jadi mudah bergerak dalam melewati rintangan dan halangan. Memberikan rasa refleks ketika ada sesuatu yang tidak disangka. Untuk kebersamaan, kepemimpinan, kedisiplinan, dan pengetahuan, itu sudah pasti,” sebut pria yang sudah menggeluti parkour selama tiga tahun itu.

Parkour Tasikmalaya ada sejak 2008. Sempat vakum.  Mulai aktif kembali sekitar 2014, dan banyak peminatnya di 2016. Para pecinta parkour di Tasikmalaya berhimpun di empat komunitas, yaitu Parkour Freerunning Singaparna (PFRS), Freerunning Tasikmalaya/parkour Cibeureum dan Awipari (FUNTASIK), Parkour Cilembang (Team Terexs), dan Parkour Tasikmalaya.

Untuk jadwal latihan, setiap hari Jumat di Alun-alun Tasikmalaya, Sabtu di Gedung GGM Dadaha, Minggu di Taman Dadaha Kota Tasikmalaya. “Sekarang yang aktif ada 50 orang lebih. Kebanyakan kalangan anak sekolahan, SMP-SMA,” sebutnya.

Diva Pratama, anggota Parkour Tasikmalaya, mengungkapkan, banyak manfaat yang didapat kala mengenal parkour, terutama berkaitan dengan kerpibadian. Misalnya, berani untuk menghadapi rintangan dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, memiliki rasa percaya diri yang lebih, dan berani melakukan sesuatu yang tidak orang lain lakukan.

“Bukan hal yang mudah untuk belajar parkour. Perlu keseriusan dan konsistensi dalam berlatih. Jangan takut dan mudah putus asa. Intinya kita perlu mengatur emosi untuk menumbuhkan keberanian dan mengusir rasa takut,” ungkap pria beralamat di Kp. Cimanggu, Desa Leuwibudah, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Tasikmalaya itu. [Syaepul]

Komentari

komentar

zvr
Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?