Kus | initasik.com
Birokrasi

Pasar Darurat Manonjaya Ditargetkan Rampung 19 Mei 2017

initasik.com, birokrasi | Ramadan tinggal menghitung hari. Namun, para pedagang di Pasar Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya, dirundung gelisah. Mereka masih belum nyaman berjualan, pascamusibah kebakaran yang melanda pasar tersebut, pertengahan Maret 2017 lalu. Kini, para korban kebakaran terpaksa jualan di tenda-tenda seadanya, di pinggir jalan.

Bupati Tasikmalaya, Uu Ruzhanul Ulum, mengatakan, sesuai perjanjian, pembangunan pasar darurat akan selesai pada 19 Mei 2017. “Kami baru bisa menyediakan tempat darurat. Kalau nanti bentuk kiosnya mau diubah atau ditambah oleh pedagang, silakan,” ujarnya saat berkunjung ke Pasar Manonjaya, Rabu, 17 Mei 2017.

Ia menuturkan, tempat jualan darurat jumlahnya 378 kios. Ukurannya 2 x 2,5 meter. Terbuat dari kayu dan beratapkan asbes. Itu bangunan sementara, sehingga mudah dibongkar bila kelak direlokasi. Pembangunan pasar darurat itu menghabiskan anggaran Rp 2 miliar. Dikerjakan pihak ketiga.

Namun, warga pasar mengeluhkan pembuatan tempat jualan sementara itu. Hendar, salah seorang pedagang, menyayangkan kondisi lapak yang asal-asalan. Tanpa dinding dan pintu. Para pedagang terpaksa membenahi sendiri sesuai kebutuhan. Dipasangi dinding dan pintu berkunci, sehingga aman untuk menyimpan barang.

Sementara para pedagang kaki lima mengeluhkan pungutan mulai Rp 700.000 hingga Rp1 juta. Konon, itu untuk bisa menempati lapak di dalam pasar yang berada di emperan kios. “Jangankan untuk bayar lapak, modal saja saya tidak punya,” sesal Mae.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tasikmalaya Heri Sogiri, menegaskan, pungutan tersebut bukan dilakukan dinasnya. “Untuk apa pungutan itu, saya tidak tahu. Tidak ada koordinasi kepada kami,” tandasnya.

Soal kondisi lapak yang dibuat asal-asalan, Heri berdalih, pasar darurat memang hanya dibangun seperti itu dan akan kembali dibongkar bila hendak dipindahkan. [Kus]

Komentari

komentar

zvr
Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?