Peristiwa

Pedagang Kerajinan Rajapolah Waswas Dampak Tol Citas

Kabupaten Tasik | Sejumlah pedagang kerajinan di Rajapolah mengaku waswas dengan dampak pembangunan tol Cileunyi-Tasikmalaya (Citas) yang pembangunannya akan dimulai tahun ini. Mereka khawatir penjualan akan semakin menurun, karena jalan tol yang tembus ke Banjar-Pangandaran itu disebut-sebut akan melintasi Rajapolah.

Kekhawatiran para pedagang bukan tanpa alasan. Mereka mencontohkan dampak pembangunan jalan layang yang menghubungkan Kabupaten Tasikmalaya dengan Kabupaten Ciamis. Para wisatawan yang akan ke Pangandaran, misalnya, lebih memilih jalan layang itu, ketimbang lewat Kota Tasikmalaya. Alhasil, sentra kerajinan Rajapolah tidak terlewati.

Wawan, pedagang yang sudah berjualan selama puluhan tahun di sentra kerajinan Rajapolah, menyebutkan, sejak ada jembatan layang tersebut, omzet penjualannya menurun drastis. Sepi transaksi. Jauh berbeda saat masih satu jalur; Bandung-Ciamis lewat Tasik.

“Dulu, waktu masih satu jalur lewat ke sini, penjualan selalu ramai. Sekarang mah sangat sepi. Apalagi nanti setelah ada jalan tol (Citas), tidak tahu bagaimana,” tuturnya kepada initasik.com, Senin, 25 Januari 2016.

Ia mengisahkan, dulu ia bisa menjual berbagai macam kerajinan dalam jumlah yang banyak. Tapi kini, dalam sehari hanya bisa menjual satu atau paling banyak tiga buah kerajinan. Itupun yang laris hanya tas anyam berbahan pandan. “Kadang sama sekali tidak ada yang beli,” imbuhnya.

Yayah, pemilik toko kerajinan lainnya, mengatakan hal yang sama. Perempuan berusia 65 tahun itu mengaku, “Ayeuna mah sepi pisan, A. Asal cekap kangge tuang sadidinten we. Komo ngke aya tol, bade kumaha nya?”

Mereka berharap agar sentra kerajinan Rajapolah kembali bergairah, dan menjadi pusat perekonomian yang menggerakkan banyak simpul, mulai pengrajin sampai penjual.

Untuk itu, mereka meminta pemerintah daerah tidak tinggal diam. Salah satu cara yang bisa ditempuh pemerintah adalah gencar mempromosikan sentra kerajinan Rajapolah, sehingga dikenal kalangan luas. initasik.com|wrd

Komentari

komentar

zvr
Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?