Kemacetan di Jl. KH Zainal Musthafa Kota Tasikmalaya | Jay/initasik.com
Ekbis

Pedagang Musiman di Jalan Hazet Bayar Rp 300 Ribu per Hari

initasik.com, ekbis | Sepuluh hari jelang lebaran Idul Fitri, Jalan KH Zainal Musthafa, Kota Tasikmalaya, terutama dari perempatan Pasar Mambo mulai dipenuhi pedagang musiman.

Pada pedagang itu bukan hanya warga Kota Tasikmalaya. Dari Majalengka dan daerah lainnya juga hadir. Berdasarkan penghitungan, mulai perempatan Pasar Mambo sampai Pataruman saja ada sekitar 25 pedagang yang gelar lapak.

Selain jualan di atas mobil, ada juga yang mendirikan tenda. Tempatnya di badan jalan. Alhasil, macet pun tak terhindari. Pengguna jalan banyak yang mengeluhkan hal itu. Arus lalu lintas sesak. Dinas Perhubungan Kota Tasikmalaya diam.

Lapak-lapak dagangan itu berbagi tempat dengan petugas parkir. Tentu saja tidak gratis. Sehari mereka harus bayar antara Rp 250 ribu sampai Rp 300 ribu untuk bayar lapak. “Kalau saya bayar Rp 250 ribu,” sebut Rahmat Anugerah, penjual pakaian yang menjajakan barang dagangannya di atas mobil bak, Ahad, 18 Juni 2017.

Ia merinci, uang Rp 250 ribu itu dibagi-bagi kepada tukang parkir yang biasa bertugas di tempat yang dipakainya jualan. Kepada petugas parkir bagian siang bayarnya Rp 100 ribu, selebihnya untuk juru parkir malam yang kebanyakannya dikuasai warga sekitar.

Warga Cikijing itu mengatakan, pihaknya sudah tujuh Ramadan berdagang di tempat itu. Kendati “sewa” lapaknya terbilang mahal, ia nekat saja. Berdasarkan pengalamannya, jualan pakaian jelang lebaran selalu laku.

Ade, pedagang lainnya, mengaku bayar Rp 300 ribu untuk satu mobilnya yang dipakai tempat jualan. Ia pakai dua mobil. Total bayar Rp 600 ribu setiap hari. Ia menjawab tidak tahu apakah jualan di tempat itu diizinkan pemerintah atau tidak. “Pokoknya saya bayar Rp 600 ribu kepada petugas parkir,” dalihnya.

Diwawancara via WA, Kepala Dinas Perhubungan Kota Tasikmalaya, Aay Z Dahlan, tidak banyak berkomentar. “Mending teu dijawab saha anu ngijinan komo sewa dll,” jawabnya saat ditanya apakah para pedagang musiman itu diizinkan atau tidak untuk jualan di badan jalan Hazet, dan ditarik uang untuk sewa tempat. [Jay]