Syaepul | initasik.com
Etalase

Pedagang Onderdil Motor Bekas di Cihideung Balong Berjaya Tahun 70-an

initasik.com, ekbis | Pedagang onderdil motor bekas di Cihideung Balong ternyata sudah ada sejak puluhan tahun lalu. Mereka berjaya pada tahun 1970-an. Dulu, tempatnya bukan di sana, tapi di kawasan Hegarmanah yang sekarang terkenal dengan sebutan Karlis.

Aip Arifin, 72 tahun, saat ditemui initasik.com di tempat penjualannya, mengatakan, di tahun 70-an, para pedagang suku cadang motor bekas sempat merasakan masa kejayaan. Setiap hari tidak pernah sepi konsumen.

Pembelinya bukan hanya para pemilik kendaraan, tapi juga bengkel dan pertokoan. Waktu itu, kebijakan ekonomi pemerintah pusat sangat menguntungkan para penjual barang loak seperti dirinya. Tidak ada barang impor. Pesaing pun masih terbilang sedikit.

“Awalnya jualan loak hanya ikut-ikutan. Lalu memberanikan beli jongko di Karlis Dulu mah bukan Karlis, tapi Harmanah. Setelah berjalan, kami dipindahkan ke Cihideung Balong ini,” ungkap Aip.

Di era kejayaannya, Aip mengaku tiap hari bisa mendapat uang Rp 1,5 juta. Memasuki tahun 2000-an mulai melempem. Sekarang lebih parah lagi. Sehari cuma dapat Rp 50.000. Paling besar Rp 200.000. Itu kalau sedang banyak konsumen. Karena sepi, rekan-rekan seangkatannya banyak yang berhenti jualan.

Ia menyebutkan, barang loakan itu didapatnya dari daerah Jakarta, Bandung dan kota lainnya. Ada juga yang didapat hasil keliling ke bengkel-bengkel. Kondisinya berbalik. Dulu bengkel yang cari ke tempat loak, sekarang sebaliknya. Barang-barang impor pun sudah meruyak. Barang-barang baru sudah banyak di toko-toko onderdil. Harganya pun terbilang murah. [Syaepul]

Komentari

komentar