Toni Ruhimat memerlihatkan pelampung bermotif batik yang akan dipergunakan pada Kejuaraan Arung Jeram di Jepang, Oktober 2017 mendatang.
Olahraga

Pelampung Tim Indonesia di Kejuaraan Arung Jeram Dunia Bermotif Batik


initasik.com, olahraga | Warnanya cerah. Motif bunga. Dominan warna pink dan biru, corak kuning. Ada bendera Merah Putih di bagian dada. Di bawahnya tertera tulisan Indonesia. Begitulah pelampung tim Indonesia yang akan digunakan dalam kejuaraan arung jeram tingkat dunia.

Pemilik Annapurna Outdoor yang juga Director Tim U-19 putri kejuaraan arung jeram, Toni Ruhimat, mengatakan, pelampung tersebut akan dipakai seluruh atlet dan tim yang akan bertanding di Jepang, Oktober 2017 mendatang.

Toni dengan produk handmade life jacket-nya sudah dikenal di seluruh Indonesia, hingga sering digunakan di sejumlah negara. Ia mengatakan, ide membuat pelampung bermotif batik didorong keinginannya mengampanyekan batik di kancah arung jeram tingkat dunia. Juga untuk menepis anggapan jika batik hanya dapat dipergunakan pada acara-acara resmi.

“Misinya ingin lebih melekatkan budaya Indonesia pada ajang kejuaraan arung jeram tingkat dunia, apalagi katanya itu akan diikuti lebih dari 18 negara. Saya yakin pelampung ini bakal menjadi ikon, karena memiliki karakter khas suatu negara. Tidak seperti atlet lain yang kebanyakan menggunakan pelampung biasa saja, tanpa menampilkan sebuah identitas,” tutur Toni.

Dalam kejuaraan bertajuk World Rafting Championship 2017, di The middle of the Yoshino River Shikoku (Yamashiro-cho, Miyoshi-shi, Tokushima/ Otoyo-cho, Nagaoka-gun, Kochi), Jepang itu, Indonesia mengirimkan satu tim putri, yakni Andara Risma, Lista Natasya Penia, Selawati Solihin, Nita Karlina, Siwi Widiastuti, dan Widi Nawri Lubis. Mereka telah lulus seleksi.

“Sekarang mereka sedang giat berlatih dengan porsi latihan yang telah ditetapkan oleh Pelatihnya, Aceng Supendi. Namun di sisi lain memang kami juga membutuhkan dukungan dana untuk keberangkatan. Jumlahnya kurang lebih Rp 1 Miliar. Untuk sponsorship telah kami sampaikan, termasuk ke pemerintah melalui Kemenpora ataupun Kemendikbud mengingat para atlet ini masih pelajar,” papar Toni.

Melihat kemampuan tim U-19 putri yang telah menjajal berbagai kejuaraan di beberapa sungai di Indonesia, pada kejuaraan dunia kali ini ia optimistis bisa menempati podium juara. Meskipun secara postur tubuh sangat jauh berbeda dengan atlet-atlet luar negeri, kemampuan membaca arus sungai, power yang terlatih maksimal, hingga kekompakan tim, menjadi keunggulan yang dimiliki. Diharapkan, kesuksesan menaiki podium pada Kejuaraan Dunia tahun 2015 lalu bisa terulang di Jepang nanti. [Kus]

Komentari

komentar

zvr
Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?