Peristiwa

Pembuatan Gorong-gorong di Hazet Hancurkan Keramik Trotoar yang Baru Diganti

initasik.com, peristiwa | Pembuatan gorong-gorong mulai Jl. Cihideung yang melingkar ke Jl. KH Zainal Musthafa hingga Jl. Selakaso, Kota Tasikmalaya, menghancurkan keramik trotoar yang terbilang baru diganti.

Dedi, pedagang kaki lima di Jl. Hazet, menyebutkan, pembuatan gorong-gorong sekitar 500 meter itu baru dilakukan sekitar empat hari. Lantaran pekerjaan tersebut, trotoar di titik-titik tersebut dibongkar.

“Saya masih bisa dagang di sini, karena masih ada ruang sisa. Namanya orang butuh uang, dilakoni saja. Kalau pedagang yang lain dagangnya sore, di badan jalan. Sekarang tidak bisa jualan. Ada tibum,” tuturnya, Selasa, 18 Juli 2017.

Ia menyebutkan, keramik di trotoar tersebut baru sekitar diganti dua tahun lalu. Kondisinya masih bagus. Tapi, karena ada pembuatan gorong-gorong, keramik itu turut dibongkar. “Seingat saya dua tahun lalu digantinya,” sebut Dedi.

Candra, warga Tawang, menyayangkan pembuatan gorong-gorong yang sampai merusak keramik trotoar. Ia menilai, pemerintah sepertinya tidak cermat dalam membuat perencanaan, sehingga setiap ada pekerjaan baru suka merusak hasil pembangunan yang belum lama dikerjakan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Ivan Dicksan, berdalih, waktu penggantian keramik, dulu, keberadaan gorong-gorong masih bisa menampung air, sehingga tidak sekalian diperbaiki.

“Dulu itu kelihatannya pada saat pemeliharaan jalan Hazet trotoarnya diganti, karena airnya masih tertampung. Kondisi sekarang dengan volume airnya besar tapi gorong-gorongnya kecil, sehingga tidak menampung air,” tuturnya.

Tahun ini, pihaknya juga akan memperbaiki gorong-gorong di Garawangi dan Padayungan. Proses lelangnya sudah selesai. “Tahun ini kita bongkar semua. Air dari Cibaregbeg sering tidak tertampung. Makanya suka banjir di sekitar Garawangi,” sebut Ivan. [Jay]

Komentari

komentar

zvr
Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?