Peristiwa

Pemerintah Dituding Bohong Soal Registrasi Kartu Perdana


initasik.com, peristiwa | Untuk yang kedua kalinya, Kesatuan Niaga Cellular Indonesia (KNCI) bersama Teman Outlet Priangan Timur (TOP-T), melakukan unjuk rasa di Tugu Adipura, Kota Tasikmalaya, Senin, 2 April 2018.

Mereka menuntut agar pembatasan 1 NIK untuk 3 kartu dicabut, karena berimbas pada pendapatan. Hermansyah, koordinator aksi, menyebutkan, “Omzet kita sekarang turun sampai 40 persen, sedangkan outlet juga memiliki karyawan, bagaimana nasib mereka?”

Ia mengatakan, pemerintah, melalui Kementerian Kominfo, telah berbohong. Dalam agenda dengar pendapat perwakilan pelaku usaha kartu perdana dengan Komisi I DPR RI bersama Dirjen Kominfo dan elemen terkait disepakati, outlet diberikan kebebasan untuk meregistrasi kartu lebih dari tiga. Faktanya, itu tidak dijalankan.

Selain merugikan pelaku usaha, pembatasan itu menyulitkan konsumen untuk ganti kartu. “Kalau batas satu NIK 3 kartu sudah penuh, harus ada unreg lagi atau datang ke gerai resmi. Itu perlu waktu. Lebih ribet,” tandasnya.

Ia berharap, pemerintah merevisi aturan tersebut. Bila tidak, “Kami akan terus menggelar aksi, sampai keinginan kita direalisasikan. Buat kami, outlet adalah sumber rezeki untuk menghidupi anak istri kami.” [Eri]

Komentari

komentar

zvr
Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?