Peristiwa

Pemerintah Sedang Membuat Mesin Pengorek Konten Situs; Blokir!

initasik.com, peristiwa | Ada ribuan situs alias website di Indonesia. Jumlahnya mencapai ratusan ribu. Itu merupakan hasil dari perkawinan dari kebebasan pers dan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi.

Dari ratusan ribu situs itu, banyak di antaranya media online yang kebablasan. Alih-alih mencerdaskan masyarakat dan menjadi alat kontrol sosial, malah menyebarkan konten-konten yang tidak mendidik.

Sampai Desember 2016, seperti dilansir situs kominfo.go.id, Kementerian Komunikasi dan Informatika sudah memblokir hampir 800 situs. Dominan situs pornografi, disusul media penyebar berita bohong alias hoax. Kini, Kemkominfo tengah membidik sekitar 43 ribu situs.

Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara, menyebutkan, saat ini pihaknya tengah membuat mesin yang bersistem crawling untuk mengorek konten situs. “Kalau isinya bertentangan dengan UU ITE, kita bisa blokir,” ujarnya usai menghadiri acara Sosialisasi Tiga Tahun Pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla, di gedung DPRD Kabupaten Tasikmalaya, Ahad, 10 Desember 2017.

Kendati begitu, pihaknya tidak akan sembarangan memblokir situs, karena terkait juga dengan hak asasi manusia. “Tidak bisa main asal hapus saja yang saya ngga senang. Tapi yang jelas-jelas melanggar aturan,” tandas Rudiantara.

Menurutnya, setiap tahun kabar hoax dan provokatif secara kuantitas mengalami penurunan., Namun, itu kerap meningkat pada saat perhelatan politik. Untuk mengantisipasi itu, pihaknya akan bekerja sama dengan penyelenggara pemilu  dan penyedia paltform media sosial. “Kalau mereka tidak ikut ambil bagian, susah. Semuanya harus ikut serta,” pintanya. [Milah]