Ekbis

Pemesan Manisan “Alles Geil” Ada dari Kalimantan

initasik.com, ekbis | Hari Raya Idul Fitri identik dengan kue dan kudapan lainnya. Bagi sebagian orang, itu ditangkap sebagai peluang bisnis. Tidak sedikit yang mendadak jadi tukang kue musiman. Salah satunya Asty Cioh.

Namun, warga Sindangkasih, Purbaratu, Kota Tasikmalaya, itu bukan melirik kue, tapi manisan. Asty berpendapat, manisan akan menjadi hal baru untuk mengisi meja dan menyambut tamu. “Masyarakat perlu hal baru untuk mengisi meja tamu mereka ketika lebaran, termasuk manisan buah ini,” ujarnya.

Untuk mempromosikan manisannya, ia menggunakan media social, seperti Facebook dan Instagram. Kendati barui dirintis, usahanya itu termasuk mujur. Omzetnya sudah puluhan juta rupiah. “Setiap hari rata-rata terjual delapan wadah manisan,” sebutnya.

Selain dipasarkan via online, ia juga memajang dagangannya di rumahnya. Macam-macam manisan yang tersedia di antaranya manisan cherry, mangga kering, manga Cirebon, mangga pedas, belimbing, melisa, malaka dan lainnya.

Harganya kisaran Rp 50.000 per setengah kilogram. Dengan konsep penjualan dan kemasan menarik, Asty bisa mempercepat penjualan manisan. Itu terbukti dengan pemesanan dari luar pulau Jawa, seperti Kalimantan, Sumatra dan Lombok. “Mungkin karena desain logonya menarik, juga karena manisan-manisannya terlihat segar, jadi pembeli cepat tertarik,” tandasnya.

Dikarenakan beberapa buah-buahan tidak ada serta tenaga produksi masih kurang, Asty mengambil inisiatif untuk mengambil beberapa manisan dari Cianjur. Meski dengan memesan dari luar kota dan kena beban ongkos kirim, demi kepuasan ia harus memenuhi pesanan pelanggan. [Egi]