Aktivitas pekerja di BKL, Indihiang, Kota Tasikmalaya | Jay/initasik.com
Informasi

Pemilik Pabrik BKL Papar Alasan Penghentian Sementara Ribuan Karyawannya

initasik.com, informasi | Baru sehari masuk kerja setelah libur panjang, PT Bineatama Kayone Lestari (BKL), pabrik pengolahan kayu di Indihiang, Kota Tasikmalaya, ditempa isu liar. Beredar kabar, ribuan karyawannya dihentikan kerja sementara sampai batas waktu yang tidak ditentukan. Penyebabnya kualitas produk yang jelek, sehingga tidak diterima pasar luar negeri. Mereka pun terancam kena PHK massal.

Denny Wijaya, pemilik BKL, menepis soal kualitas barang dan isu PHK itu. Kepada para awak media massa, Selasa, 4 Juli 2017, di rumahnya yang berada di kompleks pabrik, pria yang biasa disapa Boy itu memaparkan alasan kenapa dirinya menghentikan sementara ribuan karyawannya.

Baca: Disuruh Pulang Saat Kerja, Ribuan Karyawan BKL Kebingungan

Menurutnya, yang jadi alasan bukan jeleknya kualitas barecore, sepinya order, atau perusahaan kesulitan keuangan. “Justru sekarang kita sedang dikejar-kejar order. Banyak pesanan. Sampai Agustus order penuh. Tapi kalau kondisi di dalam perusahaan seperti sekarang ini, kita sulit memenuhi pesanan,” ujarnya.

Ia menyebutkan, yang menjadi pangkal persoalan adalah adanya ketidakdisiplinan para pimpinan di perusahaan, mulai direktur utama sampai kepala unit. “Hari Senin kemarin mereka tidak masuk kerja. Dirutnya tidak ada. General manager tidak ada. Manajer produksi tidak ada. Pimpinan lainnya sampai ke kepala unit tidak ada. Sementara karyawan masuk kerja,” tuturnya.

Dengan kondisi seperti itu, sambung Boy, sulit dipaksakan untuk berproduksi, lantaran tidak ada yang bertanggung jawab. Karyawan tidak mungkin bisa kerja kalau tidak ada pimpinannya. Solusinya, ia menawarkan dua pilihan kepada para pimpinan itu, yaitu kembali bekerja dengan komitmen penuh untuk bertanggung jawab pada kewajiban atau mengundurkan diri.

“Kalau hari ini mereka menyatakan siap bekerja dengan sungguh-sungguh atau mengundurkan diri, besok pun para karyawan bisa kembali masuk kerja. Dan ini tidak menjurus ke PHK. Jauh itu. Para karyawan, aman,” tandasnya seraya menambahkan, yang dihentikan sementara itu hanya di divisi barecoer, sementara dua divisi lainnya masih berjalan normal.

Terkait kompensasi yang diharapkan para karyawan, ia berencana memotong sebagian gaji para pimpinan yang tidak disiplin itu, dan membagikannya kepada para karyawan. Adapun jumlah pimpinan, mulai dirut sampai kepala unit, diperkirakan ada 60 orang. Sedangkan karyawan BKL yang biasa bekerja di bagian barecore mencapai 1.100 orang. [Jay]

Komentari

komentar

zvr
Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?