Peristiwa

Peminta Sumbangan Agustusan Diminta Jangan di Tengah Jalan

initasik.com, peristiwa | Untuk menyambut Hari Kemerdekaan RI, beragam cara dilakukan warga. Misalnya mengadakan acara panjat pinang, lomba makan kerupuk, dan masih banyak lagi. Namun, di balik semua itu ada usaha yang dilakukan warga untuk bisa membuat acara peringatan hari kemerdekaan itu. Salah satunya soal anggaran.

Banyak warga meminta sumbangan kepada para pengguna jalan yang berlalu lalang di jalan raya. Bukan tanpa risiko, terkadang kebanyakan dari mereka berada di tengah jalan agar bisa meminta sumbangan dari dua arah.

“Iya kami tahu risikonya, Pak, tapi mau bagaimana lagi? Kami terpaksa meminta sumbangan di jalan. Ini juga tidak memaksa,” ujar salah seorang warga yang enggan menyebutkan namanya.

Ia mengatakan, dalam satu hari, kadang bisa terkumpul Rp 100 sampai Rp 150 ribu. Lantas uang yang terkumpul itu dikumpulkan di kas muda-mudi untuk digunakan keperluan acara 17 Agustusan.

“Biasanya kami memperhitungkan dulu acara apa aja yang mau dibuat, terus anggaran yang diperlukannya berapa. Kalau dengan cara seperti ini masih kurang, kami biasanya nyari sponsor. Itu juga kalau ada yang mau,” tuturnya.

Saat dimintai pendapatnya terkait hal itu, para pengguna jalan banyak yang mengaku terganggu oleh aksi minta sumbangan itu. Mereka diminta untuk tidak melakukan aksinya di tengah jalan. Selain mengganggu para pengendara, keselamatan mereka juga jadi pertimbangan, terutama di saat arus lalu lintas sedang banyak kendaraan.

“Kalau terpaksa harus minta sumbangan, baiknya di tepi jalan. Jangan di tengah jalan,” ujar Agus, warga Cihideung.

Zulfi, warga lainnya, menyarankan hal serupa. “Kalau di tengah jalan ngagokan, takut keserempet, itu kan risikonya gede. Baiknya di pinggir jalan saja,” tandasnya. [Eri]

Komentari

komentar

zvr
Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?