Ilustrasi
Edukasi

Pemkab Tasik Belum Siap Sekolah Lima Hari

initasik.com, edukasi | Pemkab Tasikmalaya belum siap menjalankan sekolah lima hari. Perlu pengkajian matang dan persiapan paripurna. Sarana-prasarana yang belum memadai dan kondisi geografis yang luas mesti jadi pertimbangan.

Sekretaris Daerah Kabupaten Tasikmalaya, Abdul Kodir, mengatakan, substansinya bukan di berapa lama sekolah, tapi pembentukan karakter anak. “Yang penting, apa yang diinginkan pemerintah tercapai. Bukan lima hari atau enam hari. Substansinya adalah pembentukan karakter,” tandasnya.

Menurutnya, pembentukan karakter seorang anak bukan urusan simsalabim bisa jadi dalam waktu sekejap. Apalagi kekurangan guru di Kabupaten Tasikmalaya tidak sedikit. Kurang ribuan guru.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tasikmalaya, Kundang Sodikin, menilai, kalaupun sekolah lima hari itu akan diterapkan, harus ada pengkajian mendalam, karena menyangkut banyak aspek mulai jam kerja hingga kultur di masyarakat.

“Di kita banyak pesantren. Banyak madrasah ibtidaiyah. Kita belum tahu sepenuhnya dengan konsep sekolah lima hari itu, apakah itu akan mengganggu sekolah madrasah atau tidak. Sekolah itu bukan hanya untuk pintar, tapi juga saleh. Pengetahuan umum dan pemahaman agama harus seimbang,” tuturnya.

Ia menegaskan, Kabupaten Tasikmalaya belum siap untuk melaksanakan sekolah lima hari. “Kami keberatan dengan program itu. Pengkajiannya harus komprehensif. Kesiapan murid, guru, orangtua, dan masyarakat sekitarnya bagaimana? Kelebihan dan kekurangannya mesti dipahami betul,” jelasnya.

Kendati begitu, ia menilai kebijakan sekolah lima hari itu bukan berarti tidak bisa dilaksanakan. Kalau secara parsial, dalam artian sekolah-sekolah tertentu, sangat mungkin diterapkan. Tapi, kalau menyeluruh, kajiannya harus mendalam. Infrastruktur serta sarana dan prasarana di Kabupaten Tasikmalaya belum sebagus daerah lain. [Jay]

Komentari

komentar

zvr
Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?