Ilustrasi | initasik.com
Sosial Politik

Pemkab Tasik Diminta Ancang-ancang Hadapi Pemangkasan Anggaran


initasik.com, politik | Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kabupaten Tasikmalaya mengingatkan Pemkab Tasikmalaya untuk siap-siap menghadapi kenyataan pahit bila rencana Pemerintah Pusat memangkas anggaran Dana Alokasi Umum (DAU) jadi dilakukan. Jika rencana tersebut dijalankan, maka semua bakal kelimpungan.

Anggota Banggar DPRD Kabupaten Tasikmalaya, Dr. Basuki Rahmat, menyebutkan, total Anggaran Pendapatan dan Belanda Daerah (APBD) Kabupaten Tasikmalaya berkisar di angka Rp 1,3 triliun.

Dengan nominal sebesar itu, pembangunan di Kabupaten Tasikmalaya masih terseok-seok. Karenanya, ada rencana penaikan sampai enam persen. Tapi, “Menurut kabar, Pemerintah Pusat akan memangkas DAU. Padahal kita sudah bikin proyeksi enam persen. Kalau pemangkasan itu terjadi, jangankan turun, sama saja dengan tahun lalu, itu akan berpengaruh terhadap rencana belanja kita di bidang pembangunan,” tutur Basuki kepada initasik.com, Kamis, 24 Agustus 2017.

Menurutnya, salah satu upaya mengantisipasi persoalan tersebut adalah dengan melakukan optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari berbagai sektor yang selama ini tidak tergali maksimal. Misalkan dari parkir, penerangan jalan, restoran dan potensi pajak lainnya.

“Dari total PAD Kabupaten Tasikmalaya saat ini sebesar Rp215 miliar, nanti harus bisa mencapai Rp 235 miliar. Potensi kita sangat banyak, namun belum bisa tergali maksimal,” tandasnya.

Ia menilai, jika rencana pemangkasan DAU itu jadi dilakukan, Pemkab Tasik bakal ketar-ketir. Akan banyak program yang harus dievaluasi dan memertimbangkan skala prioritas. “Semua OPD harus benar-benar memprioritaskan pembangunan yang paling penting. Kita juga minta rasionalisasikan belanja pegawai. Kepentingan masyarakat harus terakomodir oleh APBD. Ketika APBDnya seperti itu, kita harus memeras otak untuk bisa memaksimalkannya,” paparnya. [Kus]

Komentari

komentar

zvr
Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?