Peristiwa

Pemkot Bergeming, Reyhan’s Tetap Tutup

Kota Tasik | Pemkot Tasikmalaya tetap pada pendirian awal: Reyhan’s tutup. Sikap itu ditegaskan Wali Kota Tasikmalaya, Budi Budiman, saat diwawancara seusai mengikuti peringatan Maulid Nabi Saw di Masjid Al-Hoesen, Sindangsuka, Kelurahan Sukamaju Kidul, Indihiang, Rabu, 6 Januari 2015.

Menurutnya, sejak awal ia sudah memperhitungkan soal bakal adanya gugatan yang dilayangkan pengusaha. “Kami tetap pada prinsip semula, yaitu menutup tempat karaoke itu. Kalau mau menggugat, silakan. Itu hak pengusaha,” tandasnya.

Namun Budi berkelit saat ditanya soal penutupan Reyhan’s yang dinilai tidak sah, karena tanpa melalui prosedur hukum. Ia pun belum mau berspekulasi terlalu jauh soal kemungkinan ke depan, dan akan mengikuti perkembangan mediasi yang hari ini baru tahap pertama. “Setiap keputusan pemerintah pasti ada yang merasa keberatan. Silakan,” imbunya.

Dalam mediasi di Pengadilan Negeri Klas II B Tasikmalaya, tadi pagi, pihak Reyhan’s yang diwakili Jajat Sudrajat SH dari kantor advokat Andi Ibnu Hadi, SH & Partner, menegaskan, penutupan yang dilakukan pemkot tidak berkekuatan hukum. “Penutupan itu kan harus dengan surat keputusan wali kota atau dengan cara yang sesuai dengan perda,” tandas Jajat.

Ia menilai, penutupan Reyhan’s hanya berdasarkan asumsi dan kekhawatiran terjadi gejolak sosial. “Nanti akan kami buktikan bahwa penutupan itu tidak sah. Tidak ada surat penutupan Reyhan’s. Itu hanya disampaikan melalui media massa,” jelasnya. initasik.com|shan/syamil

Komentari

komentar