Peristiwa

Pemkot Pelit Anggaran Sosial

Kota Tasik | Permasalahan sosial di Kota Tasikmalaya cenderung meningkat. Pada 2013, jumlah anak jalanan dan gepeng, misalnya, tercatat ada 139 orang. Tahun ini, hingga bulan kemarin, untuk jumlah anak jalanan saja sudah ada sekitar 62 orang.

Sayangnya, anggaran untuk penanganan masalah-masalah sosial, Pemkot Tasikmalaya terbilang pelit. Tidak seperti alokasi untuk pembangunan fisik yang terkesan jor-joran mengeluarkan anggaran. Untuk membangun trotoar, misalnya, pemkot mengucurkan anggaran hingga ratusan juta rupiah.  Padahal, trotoar tersebut fungsinya kurang maksimal, karena berada di titik yang jarang dilalui orang.

Kabid Rehabilitasi dan Pemberdayaan Sosial Dinsosnakertrans Kota Tasikmalaya, mengakui soal meningkatnya permasalahan sosial. Menurutnya, meningkatnya anak jalanan, gepeng, dan lain-lain itu disebabkan minimnya anggaran dan tidak adanya sarana penyaluran seperti panti.

“Belum lagi dampak dari pesatnya perkembangan kota. Tentunya itu sangat berpengaruh terhadap munculnya masalah sosial di masyarakat,” ujarnya kepada initasik.com, Rabu (2/10).

Ia menyebutkan, alokasi dana penanganan sosial di Kota Tasikmalaya tahun ini sebesar Rp 1 miliar. Itu dibagi-bagi untuk 12 jenis kegiatan, seperti cost sharing Program Keluarga Harapan (PKH), pembinaan anak jalanan, gelandangan, pengemis, bantuan fasilitas penyandang cacat, pembinaan wanita tuna susila, karang taruna, dan lain-lain. Yang paling besar, malah untuk cost sharing PKH, yang mencapai Rp 300 juta.

Idealnya, kata Tatang, pengalokasian dana sosial lebih besar lagi, karena masalah-masalah sosial makin terus meningkat. “Selain koordinasi antarpihak terkait, jumlah anggaran juga harus lebih ditingkatkan. Untungnya di daerah kita masih banyak pihak swasta yang peduli dan bisa diajak kerja sama,” tuturnya. initasik.com|ashani

Komentari

komentar