Informasi

Pemkot Tasik Buka Program Pencetakan Wirausaha Baru


initasik.com, informasi | Pemkot Tasikmalaya sudah membuka program pencetakan wirausaha baru. Untuk sementara, sektor usaha yang dibuka adalah perindustrian dan perdagangan, yaitu makanan olahan, jasa las, koveksi, bordir, servis ponsel, alas kaki, tata rias pengantin, menjahit, perbengkelan, dan tata kecantikan rambut.

Dadan Iskandar, pelaksana Pelatihan Kewirausahawan Sektor Industri Rumahan di Dinas UMKM, Perindustrian, dan Perdagangan Kota Tasikmalaya, menjelaskan, untuk 2018 pihaknya ditargetkan mencetak 400 wirausaha baru.

“Sebenarnya 2018 itu ditargetkan mencetak 1.000 wirausaha baru. Tapi itu dibagi-bagi ke empat leading sector. Selain di Indag, ada juga di Dinas Pendidikan, Dinas Kebudayaan, Parawisata, Pemuda, dan Olahraga, dan Dinas Pertanian,” tutur Dadan kepada initasik.com, Selasa, 19 Desember 2017.

Menurutnya, keempat dinas itu mempunyai bidikan usaha yang berbeda, namun muaranya sama, yaitu pencetakan wirausaha baru. Khusus di sektor perindustrian dan perdagangan, pendaftaran calon peserta sudah dibuka sejak 11 Desember 2017, dan ditutup pada 27 Desember 2017.

Masyarakat yang berminat mengikuti program tersebut bisa mendatangi kantor kecamatan masing-masing dengan membawa fotokopi KTP atau surat keterangan yang berlaku, kartu keluarga, dan ijazah sekolah. “Program ini khusus untuk warga Kota Tasikmalaya mulai usia 18 tahun sampai 45 tahun, dan pendidikan minimal lulusan SMP,” sebutnya.

Setelah masa pendaftaran ditutup, semua calon peserta akan dipanggil untuk mengikuti tahapan wawancara di kantor Dinas UMKM Indag Kota Tasikmalaya. Kemudian dilakukan pemetaan bakat. Mereka yang semula mengambil perbengkelan, misalnya, bisa diarahkan untuk memilih unit usaha lain yang sesuai dengan bakatnya.

Ia menjelaskan, alur program pencetakan wirausaha baru itu, setelah melalui proses pendaftaran dan wawancara, selanjutnya adalah pemetaaan bakat, teknik produksi atau pelatihan, dan magang.

“Total pelatihannya selama sebelas hari. Lima hari di dalam ruangan, enam hari di luar, yaitu di tempat magang. Jadi, melalui program ini harapannya peserta itu terbentuk motivasinya, bakatnya terarah, mempunyai keahlian produksi, dan ada pengalaman produksi di tempat usaha yang sudah mapan,” papar Dadan.

Untuk memastikan program tersebut berjalan sesuai harapan, pihaknya telah menyiapkan pendamping yang dilibatkan sejak proses rekrutmen sampai selesai pelatihan. Mereka juga bertugas untuk memonitor para alumnus setelah beres pelatihan.

Ditanya apakah Pemkot Tasikmalaya akan memfasilitasi para peserta untuk membuka usaha baru setelah mengikuti program tersebut, Dadan menyebutkan sudah ada agenda ke arah sana. Tapi, untuk sementara pihaknya belum bisa mempublikasikannya. [Milah]

 

Komentari

komentar

zvr
Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?