Jay | initasik.com
Birokrasi

Pemkot Tasik Lemah Tegakkan Aturan

initasik.com, birokrasi | Seorang pengendara motor kena “semprot” pengunjung hari bebas kendaraan atau car free day (CFD) di Jl. KH. Zainal Musthafa, Ahad, 10 September 2017. Pengunjung itu sewot, lantaran ada kendaaran masuk ke arena CFD. Ia menggerutu. Padahal, sejak minggu kemarin, kebijakan soal hari bebas kendaraan itu sudah dihentikan.

Wali Kota Tasikmalaya, Budi Budiman, mengakui kalau program itu sudah melenceng dari target semula. Karenanya, ia mengambil keputusan menutup CFD. Salah satu alasannya, arena tersebut sudah disesaki para pedagang yang tidak disiplin.

Namun, penghentian itu tidak dibarengi perintah selanjutnya. Jl. Hazet masih dipenuhi pedagang. Sejak pagi mereka tetap menggelar dagangannya. Tidak ada satupun petugas Satpol PP yang mengingatkan para pedagang untuk tidak jualan di jalan itu.

Akibatnya, para pengendara yang memasuki jalan tersebut terjebak macet. “Saya tahunya CFD ini sudah ditutup, makanya lewat sini. Tapi ternyata masih banyak pedagang. Pemerintah seharusnya tegas. Kalau tutup, ya tutup. Jangan setengah hati seperti ini,” ujar Ridwan, salah seorang pengendara.

Pemerhati sosial, Asep M. Tamam, menilai, Pemkot Tasikmalaya lembek dalam menegakkan aturan. “Masih lemah. Tentang lalu-lintas, PKL, juga pelaku pelanggaran sosial, seperti geng motor dan lain-lain,” tandasnya.

Menurutnya, sejak awal konsep CFD bermasalah dan mengundang polemik. Banyak keluhan warga lambat ditangani. Belum lagi soal adanya praktik pungutan liar dan uang parkir yang tidak jelas ke mana masuknya.

“CFD sebagai media menaikkan indeks kebahagiaan warga memang terpenuhi. Banyaknya masyarakat yang datang menunjukkan bahwa mereka butuh ruang, meskipun di dalamnya banyak gangguan, seperti banyaknya pedagang layaknya pasar kojengkang dan jalan jadi menyempit oleh pedagang,” tuturnya.

Ia mempertanyakan, apakah pemerintah punya konsep baru yang bisa lebih membahagiakan dan menyejahterakan masyarakat, setelah CFD di Jl. Hazet ditutup? Sebaiknya, pemerintah sudah menyediakan solusi sebelum menutup.

“Jika seperti ini, seperti hari ini, maka pemerintah akan terus lembek dan mengalah. Tapi, bagaimanapun, saya mengapresiasi pemerintah jika keputusan menutup CFD ini menjadi pilihan terbaik dan kemudian disiapkan solusi yang lebih baik,” tandasnya. [Jay]