Jay | initasik.com
Peristiwa

Pencabutan Subsidi Listrik Pasti Pengaruhi Ongkos Produksi

initasik.com, peristiwa | Pencabutan subsidi listrik bagi kalangan mampu dipastikan memengaruhi ongkos produksi industri-industri kecil, terutama yang digarap di skala rumahan. Bayar listrik jadi mahal. Biaya produksi membengkak. Itu akan berbanding lurus dengan kenaikan harga jual. Muaranya, masyarakat umum yang bakal merasakannya.

Kepala Bank Indonesia Perwakilan Tasikmalaya, Wahyu…., berharap, kenaikan harga-harga itu tidak terlalu tinggi. Apalagi sebentar lagi akan memasuki bulan Ramadan. “Dampak kenaikan tarif listrik yang perlu diantisipasi adalah untuk makanan,” ujarnya saat diwawancara sebelum menghadiri pelantikan pengurus IDI Cabang Tasikmalaya, di Hotel City, Ahad, 7 Mei 2017.

Ia memastikan, harga-harga sembako akan naik menjelang Ramadan. Selain daging, harga bumbu-bumbu juga bakal mengalami kenaikan. “Masuk bulan puasa, permintaan pasti meningkat. Sebenarnya aneh. Di bulan puasa seharusnya jumlah konsumsi berkurang, tapi malah sebaliknya,” tutur Wahyu.

Kendati itu sudah menjadi tradisi, terutama saat munggahan, ia berharap agar masyarakat selalu bijak dalam berbelanja. Tidak melakukan panic buying. Untuk menstabilkan harga di Ramadan nanti, BI akan menggelar pasar murah.

“Saya tidak bisa mengatakan itu baik atau tidak. Pastinya pemerintah (pusat) sudah melakukan berbagai kajian sebelum memutuskan mencabut subsidi listrik bagi masyarakat yang dinilai mampu,” jawab Wahyu saat ditanya apakah keputusan pemerintah terkait tairf dasar listrik itu tepat atau tidak. [Jay]

Komentari

komentar