Peristiwa

Pencairan JHT Melonjak Puluhan Miliar Rupiah

Kota Tasik | Sejak pemerintah mengeluarkan PP Nomor 60 Tahun 2015 tentang Perubahan atas PP Nomor 46 Tahun 2015, setiap hari kerja Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (dulu: Jamsostek) Cabang Priangan Timur tak pernah sepi.

Dari pagi sampai sore, kantor yang berada di Jl. Ir. H. Juanda, Kota Tasikmalaya, itu dipenuhi peserta yang akan mencairkan Jaminan Hari Tua (JHT). “Sejak tanggal 1 September 2015, pemerintah mengeluarkan peraturan yang membolehkan JHT bisa diambil sebulan sejak peserta berhenti bekerja,” terang Ullik Indrawati, kepala Bidang Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan Priangan Timur, di ruang kerjanya, Rabu, 4 November 2015.

Dulu, sambung Ullik, pencairan JHT baru bisa dilakukan setelah peserta keluar kerja selama lima tahun satu bulan. Lalu pemerintahan Joko Widodo mengubahnya menjadi sepuluh tahun. Itupun hanya sepuluh persen. Sisanya nanti setelah peserta berusia 56 tahun. Namun, keputusan itu banyak yang memprotesnya. Aturan diubah lagi menjadi satu bulan setelah keluar kerja JHT bisa diambil.

“Biasanya, dalam sehari pencairan JHT paling tinggi Rp 200 juta. Sekarang sehari bisa Rp 1 miliar. Bulan September kemarin totalnya mencapai Rp 20 miliar. Selain uang pokok, peserta pun dapat hasil pengembangan,” sebut Ullik.

Untuk pencairan JHT, syaratnya mudah: lampirkan kartu peserta, surat keluar kerja, kartu keluarga, dan KTP. Asli dan fotokopinya bawa. Selain itu, peserta harus mengisi surat pernyataan tidak lagi bekerja yang formulirnya sudah disedikan BPJS Ketenagakerjaan. Tapi, karena sekarang pemohonnya banyak, pencairan tidak bisa dilakukan dalam hari yang sama. Hari ini mengajukan, lima sampai sepuluh hari lagi baru bisa dicairkan.

“Kalau dulu, hari ini mengajukan, hari ini juga uangnya bisa diterima peserta. Sekarang, dalam sehari yang mengajukan pencairan rata-rata 150 orang. Mudah-mudahan tidak sampai sepuluh hari bisa diambil,” tutur Ullik. initasik.com|shan

Komentari

komentar