Olahraga

Pencak Silat Perisai Diri Punya Cara Beda dalam Membentuk Mental Anggota


initasik.com, olahraga | Pencak silat Perisai Diri punya cara unik dalam membentuk mental anggotanya. Mereka disuruh jalan kaki sejauh 45 kilometer. Dari Cilacap ke Pangandaran. Tidak boleh bawa bekal apapun, hanya diberi pisau dan garam. Pakaiannya pun rombeng.

“Untuk makan kita harus cari sendiri. Ada yang sampai minta-minta sama warga. Kita dilatih bertahan dalam kondisi bagaimanapun. Harus merasakan bahwa hidup di dunia itu tidak mudah. Cari sesuatu itu sulit. Kita pun diajarkan menghargai hal-hal kecil yang dianggap sepele,” terang Gilang Prabu Winata, di sela melatih siswanya, di halaman Gedung Gelanggang Generasi Muda, Jl. Lingkar Dadaha, Kota Tasikmalaya.

Menurutnya, Perisai Diri tidak hanya fokus melatih anggota menjadi atlet andal, tapi juga mengajarkan nilai-nilai kepribadian. Tidak sedikit kegiatan yang bertujuan untuk menanamkan dan menumbuhkembangkan rasa percaya diri serta memiliki sikap dalam menjalani kehidupan. Programnya bertahap, mulai dari pendidikan dasar siswa, perjalanan jauh dengan berjalan kaki, dan coach and beach.

Bersusah-susah dahulu, bersenang-senang kemudian. Itu dirasakan siswa ketika berakhirnya masa pendidikan. Mereka dikasih hadiah. Menginap di tempat yang bagus, semisal hotel. Namun, itu pun bukan hasil dikasih  pelatih atau kakak seniornya, melainkan hasil jerih payah siswa selama enam bulan dengan menabung.

“Perlu berjuang dan berkorban dalam mencapai sesuatu. Karena itu mereka harus melakukannya tanpa minta uang ke orang tua,” tandas Gilang.

Pelajaran moral lainnya adalah harus bisa menghargai orang lain. Tidak membeda-bedakan. Di Perisai Diri, tidak sedikit anak SMP yang melatih anak SMA, namun mereka tetap saling menghargai satu sama lain.

“Ketika sudah bisa, itu bukan untuk ajang sombong-sombongan. Jangan mentang-mentang kita bisa beladiri. Sok jago di jalanan. Kita tetap menghargai sesama, toh sekuat apapun manusia ada yang lebih kuat dibanding kita. Ini menjadi salah satu pencapaian terkait mental yang sudah terlatih,” ujarnya.

Dia menceritakan, keluarga silat nasional Perisai Diri merupakan seni bela diri yang berada dalam naungan ikatan pencak silat Indonesia (IPSI), dan sudah memiliki cabang di mana-mana, bahkan sampai luar negeri.

Pencak silat yang satu ini memiliki keunggulan dalam kecepatan dan ketepatan saat menyerang dan menghindar. Setiap gerakan yang dilakukan tidak ada yang memaksa anatomi tubuh, semua gerakan aman untuk dilakukan.

“Ciri khas kita itu serang-hindar. Ini tidak ada dalam olahraga bela diri yang lain. Untuk senjata wajibnya, kita menggunakan pisau, pedang, dan toya. Adapun untuk senjata pilihannya sangat banyak, celurit, doble stick, kipas, pentungan, kerambit, dan sebagainya. Soalnya di kami itu apapun harus bisa dijadikan senjata,” ungkapnya. [Syaepul]

Komentari

komentar

zvr
Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?