Sosial Politik

Pendaftaran Budi-Yusuf dan Dede-Asep Diramaikan Massa Bayaran

 

Kota Tasik | Pendaftaran Budi Budiman – M. Yusuf dan Dede Sudrajat – Asep Hidayat ke kantor KPU Kota Tasikmalaya, sebagai bakal calon wali kota dan wakil wali kota, diikuti ratusan hingga ribuan orang, Jumat, 23 September 2016.

Budi-Yusuf jalan kaki dari Masjid Agung Kota Tasikmalaya, pagi hari. Sedangkan Dede-Asep naik kereta kencana, siang jelang sore. Kedua bakal pasangan calon itu diantar massa yang menggunakan berbagai macam kendaraan. Malah, Dede-Asep diikuti bus, plus ratusan becak yang disewa Rp 50 ribu per becak.

Ternyata, para pengantar itu tidak semuanya pendukung atau simpatisan para pasangan calon. Banyak di antara mereka yang merupakan massa bayaran. Mumu, misalnya. Warga Pancasila itu mengaku dibayar Rp 30 ribu untuk ikut pawai pendaftaran Budi-Yusuf. “Daripada cicing teu ngahasilkeun artos, jang,” ujar lelaki sepuh itu polos. Bahkan, ia sudah ada yang mengajak untuk ikut dalam pendaftaran Dede-Asep.

Hal senada dikatakan Andi. Bersama temannya, pemuda asal Paseh itu ikut konvoi ke kantor KPU mengantar Budi-Yusuf. Mereka naik motor tanpa helm, cuma pakai bendera partai yang dikerudungkan. “Saurna mah Rp 50 rebu,” jawabnya saat ditanya dibayar berapa untuk ikut momen itu.

Mumu dan Andi mengatakan, soal siapa yang akan dipilih, itu urusan nanti. Mereka rela panas-panasan hanya karena satu alasan; uang. Dibayar. “Kanggo naon ari teu dibayar mah, kacape-cape,” imbuh Mumu.

Dalam pendaftaran di pilkada 2017 itu, pasangan Budi-Yusuf yang diusung PPP, Golkar, Nasdem, dan PKB dinyatakan memenuhi syarat, sehingga bisa maju ke tahapan selanjutnya. Begitupun pasangan Dede-Asep. Namun, KPU menyatakan PPP versi Djan Faridz yang mengusung Dede-Asep tidak bisa diterima, kecuali PKS, Gerindra, Demokrat, dan PAN. initasik.com|shan

*Foto tidak terkait langsung dengan materi tulisan

 

 

Komentari

komentar