Peristiwa

Pendemo Bawa Senjata Tajam dan Minuman Keras

Kabupaten Tasik | Unjuk rasa Gabungan Anak Jalanan (GAZA) di kompleks perkantoran Kabupaten Tasikmalaya, Bojongkoneng, Singaparna, Kamis, 5 November 2015, diwarnai perusakan fasilitas di kantor Dinas Kesehatan. Sebuah AC dan bak sampah terlepas dari dudukannya.

Aparat yang mendapat informasi itu, langsung bergerak. Namun, saat polisi tiba di tempat kejadian perkara, massa sudah bergerak ke kantor DPRD Kabupaten Tasikmalaya. Mereka langsung disergap.

Kapolres Tasikmalaya AKBP Susnadi memerintahkan anggotanya menggeledah pendemo. Satu per satu diperiksa. Polisi pun mendapati senjata tajam berupa golok dan pedang serta beberapa botol minuman keras yang sudah diminum sebagian.

“Bagaimana ceritanya mau unjuk rasa tapi membawa senjata tajam dan miras? Ini akan kami proses  secara hukum. Mereka yang membawa senjata tajam akan kami kenakan Undang-undang Darurat karena membawa senjata tajam tanpa alasan yang jelas,” tandas Susnadi.

Terpisah, Korlap Aksi Asep Suherman, mengaku kecolongan atas tindakan pengunjuk rasa. Menurutnya, sebelum berangkat menuju kantor Kejaksaan Negeri Singaparna yang merupakan target unjuk rasa, pihaknya sudah melakukan sweeping internal. Namun dirinya tidak bisa mengontrol secara keseluruhan anggota GAZA.

Disinggung masalah perusakan fasilitas kantor Dinkes Kabupaten Tasikmalaya, Asep berdalih, tadinya dia hanya minta dukungan beberapa pejabat di dinas tersebut untuk ikut ke kejaksaan sebagai dukungan moril, namun permintaan mereka justru tidak diindahkan.

“Aneh, kan? Tak seorangpun dari pejabat Dinkes yang mau mendukung aksi kami. Padahal kami sedang mengadvokasi bekas atasan mereka. Ya wajarlah kalau anak-anak jadi kecewa dan meluapkannya dengan merusak sejumlah fasilitas. Maklum namanya juga anak jalanan,” tuturnya. initasik.com|dzm

Komentari

komentar