Anggota Bagian Humas Polres Tasikmalaya Kota Bripka Dani Firmansyah (kanan) mendonorkan darahnya di UTD RS dr. Soekardjo.
Peristiwa

Penderita Thalasemia Kelimpungan Mencari Darah

initasik.com, peristiwa | Sejumlah orangtua yang memiliki anak sebagai penderita thalasemia mengaku kelimpungan untuk bisa mendapatkan darah di di RS dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya. Pasalnya, pendonor sukarela menjadi sangat jarang mendonorkan darahnya karena khawatir bisa membatalkan puasa.

Pengurus Perhimpunan Orangtua Penderita Thalasemia Indonesia (POPTI) Tasikmalaya Oos, menyebutkan, penderita thalassemia yang ada di RS Dr Soekardjo Kota Tasikmalaya saat ini mencapai 75 orang yang rata-rata harus mendapatkan donor seminggu sekali, dua minggu sekali, hingga tiga minggu sekali. Jika dirata-ratakan kebutuhan darah bagi penderita thalassemia setiap bulannya disana mencapai 120 labu yang selama ini diberikan dari para pendonor sukarela.

Di sisi lain, H-5 menjelang lebaran atau sekitar hari Rabu (21/6) mendatang, UTD RS dr Soekardjo berencana akan tutup karena pegawainya harus menyiapkan kebutuhan lebaran, sedangkan kebutuhan darah bagi anak-anak terdata butuh Golong Darah A sebanyak 6 labu, B sebanyak 2 labu, AB 4 labu, serta O sebanyak 15 labu lagi yang belum terpenuhi yang harus dipersiapkan bagi mereka. Saat ini saya sedang kelimpungan untuk mencari pendonornya.

Opsi terakhir yang akan dilakukan Oos adalah mencari pendonor ke KSR Unsil, AMS, dan terakhir meminta bantuan ke Kodim dan Brigif Tasikmalaya yang selama ini memang kerap membantunya.

“Mudah-mudahan saja sebelum batas waktu yang ditentukan saya bisa menemukan pendonor bagi mereka, sehingga kebutuhan darahnya terpenuhi. Kasihan jika mereka lama tidak mendapatkan donor, akan sangat menderita bahkan bisa berakibat fatal,” katanya.

Berdasarkan informasi, memasuki bulan puasa hanya berkisar antara 30 labu darah dihasilkan dari para pendonor sukarela di UTD RS Dr Soekardjo setiap harinya yang terbagi 5 labu pada siang hari sedangkan sisanya mendonorkan darahnya pada malam hari. Itupun darahnya dipergunakan untuk keluarganya yang membutuhkan, bukan secara khusus bagi para penderita thalassemia.

“Setelah maghrib ramainya di sini yang mendonorkan darah, memang ada sebagian yang diberikan bagi penderita thalassemia tetapi kebanyakan hanya sebagai pendonor pengganti bagi keluarganya yang sakit dan membutuhkan darah. Kamipun berharap ada solusi dan warga yang memang tidak menjalankan ibadah puasa untuk bisa mendonorkan darahnya,” ujar Pengelola UTD RS Dr Soekardjo Yundi Ariandi.

Sementara itu, Ketua Yayasan Setetes Darah Sejuta Harapan (SETARA) Baihaqi Umar menyebutkan, kebutuhan darah menjelang puasa memang melonjak hingga mencapai 1.200 labu untuk menutupi kebutuhan penderita thalassemia, penderita gagal ginjal, dan lain sebagainya. Namun disisi lain, persiapan menjelang puasa hanya sedikit sekali stock darah yang dihasilkan dari sejumlah Kelompok Donor Darah (KDD) yang selama ini menjadi mitranya.

“Di Plaza Asia saja hanya sekitar 100 labu darah saja pada acara donor menjelang puasa itu, sedangkan sejumlah gereja dan komunitas yang memang tidak menjalankan ibadah puasa kali ini menggagalkan agenda rencana kegiatan donor darahnya. Mudah-mudahan saja ada pihak lain yang bisa memberikan sumbangan darahnya untuk memenuhi kebutuhan tersebut,” pungkas Baihaqi. [Kus]