Edukasi

Pendidikan di Indonesia Masih Berorientasi pada Angka, Bukan Mutu

initasik.com, edukasi | Pendidikan di Indonesia saat ini masih berorientasi kepada indeks prestasi, bukan pada mutu pendidikan yang sebenarnya. Alhasil, kebanyakan siswa lebih mengejar nilai, ketimbang pengetahuan yang semestinya mereka kuasai.

Ketua Dewan Pendidikan Kota Tasikmalaya, Dwiadi Cahyadi, menilai, lantaran terfokus kepada angka, banyak siswa yang menomorsekiankan proses belajar. Tak jarang, nilai-nilai kejujuran dilabrak. Yang penting dapat nilai bagus.

“Pola mendidik anak perlu ada peningkatan lagi, di rumah maupun di sekolah. Peran orangtua sangat penting. Kalau di sekolah-sekolah nilai kejujuran sudah dijunjung tinggi, ujian tidak usah diawasi,” tutur Dwiadi, saat diwawancara di Sekolah Tinggi Hukum Galunggung (STHG) Tasikmalaya, Selasa, 2 Mei 2017.

Menurutnya, salah satu cara untuk menanamkan nilai-nilai kejujuran adalah melalui peningkatan pendidikan agama. Sekolahpun semestinya tidak melulu mengajarkan anak untuk menghafal, tapi harus implementatif.

“Mutu pendidikan harus ditingkatkan ke arah penyadaran diri. Para pendidik perlu meningkatkan kesadarannya bahwa mereka itu tidak semata-mata untuk cari uang. Mendidik itu harus dengan cinta kasih,” papar Dwi.

Ketua STHG Tasikmalaya itu, berharap, Dinas Pendidikan lebih berperan meningkatkan kesadaran para pendidik. Mereka perlu ditingkatkan lagi mutu keilmuannya, kesadarannya, terutama pemahaman agamanya.

Ia memandang, kalau sekolah banyak yang dianggap negatif, itu bisa jadi karena kejujuran kolektifnya bermasalah. “Saya sering melakukan kunjungan ke sekolah, ketika akan pulang dikasih amplop. Itu maksudnya apa?” tegas Dwi. [Syaepul]

Komentari

komentar