Unjuk rasa HMI Tasikmalaya
Peristiwa

Pengadaan Mobil Dinas bagi Para Kepala Desa di Kabupaten Tasik Mulai Diusik

initasik.com, peristiwa | Kebijakan Pemkab Tasikmalaya dalam soal pemberian mobil dinas bagi para kepala desa mulai dipersoalkan. Beberapa elemen masyarakat mulai mengusiknya. Diduga, ada praktik korupsi dalam pengadaan mobil dinas yang menghabiskan anggaran lebih dari Rp 49 miliar tersebut.

Setelah muncul pernyataan dari salah satu LSM, giliran HMI Tasikmalaya melakukan aksi unjuk rasa ke Pemkab Tasikmalaya. Mereka menduga telah terjadi dugaan korupsi pada proses pengadaannya. Selain itu, pengadaan mobil dinas kepala desa dinilai juga pemborosan, karena di sisi lain banyak program pembangunan yang tertunda dengan alasan minimnya anggaran.

Bupati Tasikmalaya, Uu Ruzhanul Ulum, tidak banyak berkomentar saat ditanya persoalan tersebut “Kalau itu tanya saja kepada dinas teknis. Saya hanya mengeluarkan kebijakan. Terkait berbagai dugaan itu, silakan tanya kepada mereka saja karena saya tidak memahami persoalan teknis secara pasti,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pengadaan mobil dinas kepala desa telah mendapatkan persetujuan dari DPRD, termasuk soal pengalokasian anggarannya. Tujuannya agar para kepala desa semakin leluasa dalam memberikan pelayanan, tidak terkendala sarana transportasi.

Sementara itu, anggota Banggar DPRD Kabupaten Tasikmalaya, Cecep Nuryakin, menyebutkan, pengadaan mobil dinas bagi kepala desa itu disetujui harganya Rp120 juta untuk satu unitnya.

“Sekarang ada persoalan hingga adanya aksi unjuk rasa, saya sendiri tidak mengetahui teknisnya seperti apa, karena memang dinas teknis yang berwenang dan mengetahui pasti prosesnya seperti apa,” ucapnya. [Kus]

Komentari

komentar

zvr
Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?