Eri | initasik.com
Peristiwa

Pengakuan Kadis Pertanian Kota Tasik Berbeda dengan Kondisi di Lapangan


initasik.com, peristiwa | Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Tasikmalaya, Deddy Supriadi, belum lama ini mengatakan, kebutuhan hewan kurban meningkat dari tahun sebelumnya. Semula 3.200 ekor, tahun ini diprediksi sampai 4.000 ekor.

Soal banyaknya penjual sapi yang mengaku sepi pembeli, menurutnya itu kasuistik. Tidak semua mengalami hal itu. Ada pedagang yang memang penjualannya menurun dibanding tahun kemarin, tapi banyak juga yang sebaliknya.

Namun, dari semua penjual sapi kurban yang didatangi initasik.com, mereka mengaku penjualannya menurun. Uus Husni, pengelola tempat penjualan sapi skala besar PT Lintas Nusa, di Indihiang, menyebutkan, penjualan sapi kurban menurun sampai 30 persen.

“Ekonomi sedang lesu. Daya beli lemah. Tiap tahun menurun. Sudah sejak tiga tahun lalu. Dulu, saat Idul Adha bisa menjual 400 ekor. Sekarang, kami hanya menyediakan 200 sapi,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Iing Syam, penjual sapi di Kelurahan Ciherang, Kecamatan Cibereum. Untuk lebaran tahun ini ia menyediakan 40 sapi. Harganya mulai dari Rp 15 juta sampai Rp 40 juta. Tergantung jenis dan bobot sapi.

Menurutnya, harga sapi di tahun ini naik antara Rp 500 ribu sampai Rp 1 juta. Namun, di balik harga sapi yang mengalami kenaikan, ternyata omzetnya di tahun ini justru berkurang.

Turun sampai 20 persen.

Begitupun Ade Memed, penjual sapi di Jl. Gubernur Swaka. Ia mengatakan, selama 20 tahun berjualan sapi kurban, tahun ini penjualannya sangat buruk. Jika pada tahun lalu Ade bisa menjual sapi sekitar 100 ekor sampai 120 ekor, kini 60 sapi belum habis. [Jay/Eri]

Komentari

komentar

zvr
Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?