Peristiwa

Pengamen Diduga Pembakar Pasar

Kota Tasik | Pasar Cikurubuk kembali gempar pada Kamis, 19 Maret 2015, pagi. Orang-orang menyemut di depan WC Blok B-1 untuk melihat, sekaligus ingin menyiksa seorang pria yang disangka melempar api ke salah satu jongko di B-1. Siapa dia?

Namanya Hn, warga Kp. Sempur, Desa Neglasari, Kecamatan Pancatengah, Kabupaten Tasikmalaya. Pria kurus kelahiran Tasikmalaya, 4 Agustus 1987, itu ditangkap salah seorang pedagang sesaat setelah keluar dari WC.

“Engga, Pak. Engga. Saya engga melempar api. Sumpah, Pak,” kelit Hn kepada polisi yang mengintrogasinya. Nada bicaranya kalem. Sorot matanya tajam. Sedikitpun ia tak tampak gemetaran. Beberapa orang yang menanyainya dijawab dengan datar. Tak ada roman ketakutan sama sekali.

Ia mengaku ke Cikurubuk untuk mengamen. Tanpa alat musik. Hanya dengan tepukan tangan. “Saya baru sekarang ini mengamen di Cikurubuk. Biasanya di Cihideung, Mayasari, dan tempat lain. Tidak tahu kenapa saya ditangkap, padahal saya ke WC ini hanya untuk kencing,” dalih ayah anak satu itu dengan santai.

Mamat, ketua Blok C-4, mengaku menyelamatkan Hn setelah ditangkap pedagang. Ia bergegas membawanya ke dalam WC untuk menghindari amukan massa. “Maneh mun teu disalametkeun ku aing paeh siah,” geramnya sembari menunjuk wajah tersangka.

Benar saja. Saat keluar dari WC untuk dibawa ke kantor polisi, Hn dikeroyok massa. Amukan warga pasar tidak terbendung. Namun, polisi ketat melindunginya sampai ia masuk ke dalam mobil. Saat mobil melaju pun, beberapa orang masih mengejarnya.

Salah seorang saksi mata, Ema Ernawati, mengatakan, sebelum terlihat kepulan asap di jongko belakang WC, ia melihat dua orang yang melempar api dari atas WC. Setelah melakukan aksinya, mereka langsung kabur. Yang satu ke sebelah barat, satu lagi ke timur. Yang lari ke timur itulah disangkakan kepada Hn. initasik.com|ashani

Komentari

komentar