Para pengelola ASK foto bersama dengan Kepala Dishub Kota Tasikmalaya | Kus/initasik.com
Peristiwa

Pengelola ASK Kota Tasik Desak Dinas Tindak Taksi Daring Ilegal


initasik.com, peristiwa | Pengelola Angkutan Sewa Khusus (ASK) di Kota Tasikmalaya mendesak dinas terkait untuk menindak taksi-taksi dalam jaringan (daring) alias online ilegal yang sampai sekarang masih beroperasi.

Saat ini, di Kota Tasikmalaya sudah ada lima koperasi pemegang izin pengelolaan ASK. “Jangan sampai izin itu menjadi kertas sampah, karena tidak berguna. Kami sudah bersusah payah untuk melakukan pengurusan izin,” ujar pengelola ASK dari Koperasi Angkutan Tasikmalaya (KOPATAS) Fery, diamini para pengurus koperasi lainnya dari MSSB, KHTOB, KOBANTER, dan KOPARINDO, belum lama ini.

Senada dengan Fery, Manajer ASK Koperasi Angkutan Rakyat Indonesia (KOPARINDO) Dedi Rahman, menambahkan, jangan sampai seperti nyaris tidak ada pembeda antara angkutan taksi daring yang telah memenuhi semua persyaratan dan melakukan Uji KIR dengan yang tidak berizin.

Pengurus Koperasi Himpunan Transportasi Online Bandung (KHTOB), Akbar S Ilhami, menyoroti pula menjamurnya koperasi dan PT yang beroperasi untuk membuat akun pendaftaran driver, namun tidak mengantongi izin pengelolaan ASK.

“Hal ini juga harus mendapatkan perhatian dari pemerintah, karena bisa dipastikan akan semakin banyak driver yang tidak berada di bawah naungan koperasi yang memiliki izin pengelolaan ASK-nya,” ujar Akbar.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Tasikmalaya Aay Zaini Dahlan menegaskan, pihaknya akan menegakkan aturan, namun masih menunggu keputusan dari pemerintah pusat dan provinsi terkait regulasi dan penindakannya seperti apa.

Ia meminta, koperasi pemegang izin ASK untuk tidak khawatir dan terus menjalankan program yang telah diatur pemerintah, sehingga ketika penindakan mulai dilakukan sudah tenang, karena seluruh proses dan perizinannya telah dikantongi.

“Jangan khawatir. Ikuti saja prosedur yang ada hingga tuntas, karena nanti jika ada penindakan, kita sudah siap. Saya berharap memang pada prinsipnya lima koperasi ini saja yang beroperasi menangani ASK di Kota Tasikmalaya, yang sudah ada dan berjalan hingga saat ini. Tidak perlu ada penambahan lagi,” beber Aay. [Kus]

Komentari

komentar

zvr
Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?