Pasien Yayasan Keris Nangtung | Jay/initasik.com
Informasi

Pengelola Tempat Orang Gila Menanti Bukti Janji Wakil Wali Kota Tasik

initasik.com, informasi | Dadang Heryadi, ketua Yayasan Mentari Hati, menanti bukti janji Wakil Wali Kota Tasikmalaya, M. Yusuf, yang pernah mengatakan akan membantu yayasannya jika menang dalam pilkada.

Kini, Yusuf sudah resmi dilantik sebagai orang nomor dua di Pemkot Tasikmalaya. Dadang akan menagih janji itu. “Nanti saya akan mendatangi beliau. Dulu pernah janji akan memfasilitasi yayasan ini,” ujarnya.

Ia sangat berharap, janji itu ditepati. Tidak seperti salah seorang kepala daerah di Jawa Barat yang berjanji, malah sudah tanda tangan di atas kertas, akan membantu Yayasan Mentari Hati dengan membangun tempat yang layak, memberi tanah seluas lima hektar, sekaligus hibah hewan ternak dan lainnya, tapi sampai sekarang tidak terbukti. Ingkar.

Dadang mengaku, pihaknya memerlukan tempat baru untuk merawat mereka yang mengalami gangguan jiwa. Awam menyebutnya orang gila. Tempat yang saat ini digunakan, bekas terminal, menurutnya sudah sangat tidak layak. Sulit membuang limbah.

“Saya inginnya dekat Ciloseh di daerah Sukarindik. Katanya Pemkot Tasikmalaya ada tanah seluas 400 bata. Di sana tempatnya sangat ideal. Dekat sungai dan memungkinkan untuk aktivitas lainnya. Bisa ternak domba atau ikan. Bisa juga bertani,” paparnya.

Untuk tempat baru yang diidam-idamkannya, Dadang sudah merancang fasilitas apa saja yang diperlukan, misalnya ruang klinik, ruang konseling, kamar pasien, ruang isolasi berat dan ringan, masjid, instalasi air minum, kamar mandi, ruang pelatihan keterampilan, dapur, tempat olahraga dan lain-lain.

Ia berharap mimpinya itu segera terwujud, karena tempat yang dikelolanya sudah menjadi rujukan banyak daerah di Jawa Barat, seperti Cirebon, Kuningan, Bandung, Sukabumi, Sumedang, Subang, Cimahi, dan Bogor. Ada beberapa pasien dari daerah-daerah itu.

“Sekarang jumlah pasien ada 144 orang. Pengurusnya sebelas orang, empat di antaranya adalah pasien yang sudah sembuh tapi ingin membantu di sini. Mereka sudah dikembalikan ke keluarganya, tapi ingin ikut lagi ke sini. Ingin bantu-bantu,” paparnya.

Terkait kebutuhan makan, Dadang menyebutkan, dalam sehari menghabiskan antara 60 kg sampai 70 kg beras. Semua itu didapatkan dari donatur. Bila dirupiahkan, untuk menutupi segala kebutuhan harian mencapai Rp 500 ribu. Saat ditanya apakah Pemkot Tasikmalaya memberikan bantuan rutin, Dadang hanya tersenyum. [Jay]

Komentari

komentar