Aka Bonanza (ketiga dari kanan) bersama sebagian pengurus Tarekat Al-Idrisiyyah, Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya | Jay/initasik.com
Peristiwa

Pengembangan Sektor Ekonomi Jadi Salah Satu Program Utama Tarekat Al-Idrisiyyah

initasik.com, peristiwa | Umat Islam di Indonesia merupakan mayoritas. Jumlahnya paling banyak dibanding penganut agama lain. Namun, unggul dalam kuantitas tidak serta merta juara dalam kualitas. Sektor ekonomi, misalnya. Belum banyak muslim yang mandiri dalam perekonomian.

Untuk itu, Tarekat Al-Idrisiyyah bertekad menyejahterakan umat melalui sistem ekonomi Islam. Itu menjadi salah satu misinya, di samping misi lainnya, yaitu meningkatkan kegiatan dakwah Islamiyah, meningkatkan ilmu dan amal dengan pendidikan yang berbasis pada risalah Islam kaffah, dan mewujudkan miniatur atau model penerapan risalah Islamiyah.

Kepala Divisi Ekonomi Tarekat Al-Idrisiyyah, Aka Bonanza, mengatakan, pengembangan ekonomi umat menjadi salah satu program utama, selain pendidikan dan dakwah. “Kami terus bergerak dalam membangun unit-unit usaha, meramu model-model bisnis yang tepat, termasuk mengajak komunitas muslim lainnya untuk sama-sama menjalankan sektor ekonomi keumatan,” tuturnya.

Menurutnya, di Tarekat Al-Idrisiyyah yang berpusat di Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya, itu sampai sekarang sudah ada 18 unit usaha di berbagai sektor, mulai keuangan sampai peternakan. Minimarket punya enam yang tersebar di beberapa titik.

“Masih banyak yang belum tercapai. Kita akan terus mengembangkan sektor ekonomi agar bisa menjadi miniatur ekonomi Islam. Saat ini aset ekonomi di usaha-usaha kita ada sekitar Rp 25 miliar. Itu hanya di sektor ekonomi. Kalau digabung dengan pendidikan dan lainnya bisa ratusan miliar rupiah,” papar Aka.

Kondisi saat ini, sambungnya, secara global ekonomi umat Islam masih lemah. Ketergantungan pada pihak lain masih tinggi. “Kalau kita mau serius berniaga untuk menyejahterakan umat, pasti bisa. Umat Islam harus banyak yang jadi pengusaha sukses. Harus mandiri. Jangan sampai jadi peminta-minta,” ujarnya.

Adang Nurdin, direktur Operasional Tarekat Al-Idrisiyyah, menegaskan pentingnya pengembangan sektor ekonomi umat Islam. “Konsep dalam Islam itu bagus, kita tinggal menjalankannya. Islam bicara tentang ekonomi, pendidikan, dan semuanya. Tapi ketika ada orang bertanya, di mana yang memiliki konsep Islami, kita susah menjawabnya. Kita sedang berproses ke arah sana. Ketika bicara ekonomi Islam, sedang kita dijalankan,” bebernya. [Jay]