Informasi

Penggunaan Istilah Asing di Kota Tasik Masih Meruyak

initasik.com, informasi | Penggunaan istilah asing di Kota Tasikmalaya masih meruyak di banyak tempat. Fasilitas umum dan instansi-instansi pemerintahan yang seharusnya mendahulukan bahasa Indonesia, malah sebaliknya.

Dalam UU 24/2009 diatur, penamaan jalan, bangunan, petunjuk jalan, permukiman, apartemen, merk dagang, lembaga pendidikan dan yang lainya wajib menggunakan bahasa Indonesia. Faktanya tidak begitu. Sampai saat ini masih banyak fasilitas umum dan instansi pemerintahan yang menggunakan istilah asing, seperti exit, in, out, security dan lain-lain.

Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikbud, Dadang Sunandar, menyayangkan hal itu. “Kalau bahasa Indonesia hilang, jangan-jangan Indonesia juga hilang. Kita jangan kehilangan Indonesia di Indonesia,” ujarnya usai penandatanganan kesepakatan bersama antara Pemkot Tasikmalaya dengan Kemendikbud, di kompleks Bale Kota Tasikmalaya, Jumat, 6 Juli 2018.

Menurutnya, Kemendikbud tidak antibahasa asing. Namun, ada yang harus diprioritaskan dan mesti dipatuhi bersama sesuai Undang-Undang. “Kalau bukan kita yang mencintai dan melestarikan bahasa Indonesia, siapa lagi?” tanyanya. [Eri]