Etalase

Pengrajin “Bedog” Galonggong Kesulitan Bahan Baku

initasik.com, etalase | Para pengrajin Golok Galonggong, Manonjaya, Kabupaten Tasikmalaya, mengeluhkan sulitnya bahan baku untuk pembuatan sarung dan gagang bedog. Untuk sarung golok, biasanya dibuat dari kayu julang. Kini, kayu jenis itu sulit didapatkan. Begitupun untuk gagang dari tanduk kerbau.

Jojo(72), salah seorang pengrajin sekaligus penjual bedog Galonggong, mengatakan, dampak dari sulitnya bahan itu membuatnya harus memasok bahan dari daerah lain. “Sekarang suka dipasok dari Bengkulu. Itu juga melalui bandar yang ada di sini,” ujarnya, Sabtu, 14 Juli 2018.

Lantaran pembeliannya harus melalui bandar, harganya lumayan mahal. Beli langsung ke pemasok tidak bisa. Tak ada cara lain. Bandar pilihannya.

Iing Ibrahim, pengrajin lain, mengatakan, selain sulitnya bahan baku, kendala lain yang dirasakan adalah minimnya modal usaha. Bantuan dari pemerintah juga sulit didapat. Untuk bisa mendapatkan bantuan dari pemerintah harus ada koperasi berbadan hukum.

“Dulu pernah berdiri koperasi. Tapi, ya gitu, kurang kompak. Akhirnya bubar. Sekarang, bantuan selalu diberikan kepada bandar-bandar besar. Sedangkan, uang bantuan itu mereka langsung belikan bahan. Jadi bukan uangnya yang kita terima, tetapi bahan bakunya saja. Mereka bersedia menerima golok kita, tetapi harganya sangat rendah,” bebernya.

Ia menambahkan, rendahnya harga yang diberikan oleh bandar, membuatnya ogah untuk menjual kepada mereka. Iing lebih memilih menjualnya secara mandiri ketimbang menjual pada bandar.

“Kalau ke bandar, biasanya dipatok tak lebih dari Rp 150 ribu. Kalau jual sendiri saya bisa jual antara Rp 200 ribu sampai Rp 300 ribu. Bedanya jauh,” ungkapnya. [Eri]