Seni Budaya

Pengunjung Taman Kota Tasik Apresiasi Aksi Seniman Baca Puisi


initasik.com, seni budaya | Para pengunjung taman kota Tasik dibuat kaget dengan penampilan para seniman yang ujug-ujug baca puisi. Ia seperti berbicara sendiri di tengah taman kota. Temannya yang lain datang. Saling bergantian membacakan puisi.

Aksi itu menarik perhatian sebagian orang. Bertanya-tanya ada apa gerangan. “Kirain sedang ngapain. Acara seperti ini sangat bagus. Itu anak saya anteng, yang tadinya ke sini itu mau bermain otopet eh malahan melihat pertunjukanu,” tutur Dedi, warga Mangkubumi, yang sedang mengantar anaknya bermain.

Orock Kappas, penggagas satu jam sastra dan botram bersama di taman kota, menerangkan, kegiatan tersebut bukan pertama kali diselenggarakan di tempat-tempat publik. Perjalanannya panjang.

Adapun dipilihnya tempat publik karena memiliki dampak yang sangat luas. Mengenalkan serta membumikan sastra ke khalayak dengan bersentuhan langsung bersama masyarakat. “Ini yang kedua kalinya kami gelar. Kami pernah berkeililing ke beberapa ruang publik yang ada,” ujarnya.

Menurutnya, banyak yang beranggapan bahwa orang-orang tidak suka terhadap sastra. Padahal, hanya pola sosialisasi dan pengenalan sastranya saja yang kurang tepat. Setidaknya, melalui kegiatan ini masyarakat bisa menikmati sastra.

“Ini bisa menjadi upaya untuk melihat respons masyarakat. Terbukti antusiasme warga sangat bagus, malahan tidak sedikit pedagang yang ikut membaca, pengunjung yang lewat juga sama. Sebelum membaca sastra, kita juga ada olah tubuh, pemanasan terlebih dahulu,” ungkapnya.

Ia menegaskan, kegiatan yang diselenggarakannya tersebut bukan hanya bersifat seremonial, tapi juga berkelanjutan dan berkesinambungan. Ada nilai makna yang terkandung bahwa pertunjukan itu tidak harus digedung.

“Saya pikir ini ruang yang harus dibentuk oleh keseluruhan. Kenapa Maliboro (Yogyakarta) bisa dikenang. Ini kesempatan besar bagi Tasik, walaupun ini hanya kegiatan kecil, tapi setidaknya bakalan memberikan atau menanamkan kerinduan kepada pengunjung yang datang. Upaya untuk menanamkan rasa rindu terhadap pengunjung, terbukti ada beberapa pengunjung yang mempertanyakan kembali acara tersebut. Secara tidak langsung ini bukti banyak yang rindu acara seperti ini,” bebernya. [Syaepul]

Komentari

komentar

zvr
Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?