Peristiwa

Penjara Tasik Dipenuhi Pencuri

Kota Tasik | Penjara atau Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Tasikmalaya sudah kelebihan penghuni. Semestinya diisi 150 orang, tapi sekarang disesaki 354 narapidana. “Over kapasitas 139 persen,” sebut Kepala Lapas Kelas II B Tasikmalaya, Julianto Budi Prasetiono, Senin, 17 Agustus 2015.

Ia menyebutkan, 24 kamar yang ada di lapas tidak mampu menampung narapidana secara ideal. Satu kamar yang seharusnya diisi sepuluh orang, misalnya, terpaksa digunakan 30 orang. “Mohon kiranya Pemkot dan Pemkab Tasikmalaya berkenan membantu merelokasi ke tempat yang lebih representatif guna pengembangan pembinaan,” harapnya.

Menurutnya, relokasi itu penting dilakukan agar program-program pembinaan kepada narapidana bisa lebih maksimal. Lebih memanusiakan. Tidak seperti sekarang. Satu kamar yang seharusnya diisi sepuluh orang, terpaksa digunakan 30 napi. “Kami ingin mewujudkan lapas yang beriman, yaitu bersih, indah, dan nyaman,” imbuhnya.

Terkait penghuni lapas, sambung Julianto, saat ini mayoritas dari perkara pencurian pasal 362/363. Jumlahnya ada 86 orang. Kemudian kasus narkotika sebanyak 83 orang, dan terkait  perlindungan anak 62 orang. Namun, secara nasional, 60 persen penghuni lapas adalah pecandu dan pengedar narkoba.

Menurutnya, untuk mempercepat pengurangan hunian lapas, pemberian remisi adalah salah satu jalan keluarnya. Tahun ini, katanya, ada 203 warga binaan yang mendapat remisi umum, 252 orang diberi remisi khusus dasawarsa.

“Remisi adalah salah satu upaya pemerintah memberikan penghargaan kepada narapidana dan mempercepat pengurangan hunian lapas yang over kapasitas,” tandas Julianto. initasik.com|shan

Komentari

komentar