Peristiwa

Penjualan Bendera Merah Putih Kusut

initasik.com, peristiwa | Sejumlah pedagang bendera Merah Putih mengeluhkan sepinya penjualan. Pendapatan mereka jauh berbeda dibanding dengan tahun-tahun sebelumnya. Satu hari sebelum 17 Agustus yang diharapkan terjadi lonjakan penjualan ternyata tak ada kejutan sama sekali. Tetap sepi.

Yadi Saepudin, penjual bendera di Jalan R.E Martadinata, Kota Tasikmalaya, mengaku, di H-1 peringatan Hari Kemerdekaan ia hanya bisa menjual dua bendera. Padahal, stok dagangan yang ia miliki masih banyak.

Menurutnya, penjualan di tahun ini sangat buruk. Biasanya, dalam selama satu bulan jualan bendera, ia bisa mendapat omzet sampai Rp 5 juta. Tapi tahun ini kurang dari Rp 2 juta. Yadi yang sudah sepuluh tahun berjualan bendera mengaku rada kapok untuk kembali menjual bendera di tahun depan.

“Sekarang juga ini masih banyak, tahun depan ngga tahu mau dagang lagi ngga tahu engga. Padahal, kalau dulu waktu tahun 2010an suka rame sehari sebelum 17an teh, sekarangmah boro-boro, masih nambru,” kata Yadi saat ditemui sambil merapikan daganganya, Kamis, 16 Agustus 2018.

Ia menambahkan, banyaknya penjual bendera menjadi salah satu penyebab turunnya penjualan. Dulu, di sepanjang jalan R.E Martadinata hanya Yadi yang jualan. Tapi sekarang ada lebih empat penjual.

Hal serupa disampaikan Ocid Rosyidin, penjual bendera di jalan Hazet. Omzetnya di tahun ini menurun drastis. Bahkan, selama satu pekan ini, ia hanya bisa menjual delapan bendera. “Padahal kalau dulu sehari sebelum 17 Agustus bisa jual sampai dua puluh bendera,” ujarnya. [Eri]