Ekbis

Penjualan Rokok Elektrik Mulai Menukik

initasik.com, ekbis | Sekitar tiga tahun lalu, rokok elektrik begitu populer. Menjadi gaya hidup baru, terutama bagi para perokok. Meski harganya terbilang mahal, tak sedikit para perokok tembakau yang beralih memakai vape, karena digadang-gadang lebih aman bagi kesehatan.

Tapi banyak juga yang memakai vape, lantaran asap yang dihasilkannya jauh lebih banyak dibanding rokok biasa. Para vaperpun melakukan berbagai gaya dari asap ini, mulai dari gaya lingkaran asap, tornado, sampai bulatan seribu asap.

Tapi kini, pamornya mulai meredup. Peminatnya sedikit demi sedikit berkurang. Penjualannya menukik. Hal itu dibenarkan Derih, penjual liquid atau cairan vape, di jalan BKR, Kota Tasikmalaya.

Ia menyebutkan, saat ini penjualannya tidak seramai dulu. Menurutnya, hal itu dikarenakan karena biaya pakai vape jauh lebih mahal ketimbang rokok tembakau, sehingga banyak yang tidak kuat memertahankan gaya gaul seperti itu.

Kendati sudah turun, harga jualnya masih terbilang mahal. Untuk mendapatkan satu set peralatan vape siap ngebul, setidaknya membutuhkan dana sekitar kurang lebih Rp 300 ribu. Itu belum termasuk biaya perawatan dan penggantian liquid.

“Harga itu teh sudah turun. Kalau dulu mah ngga dapat. Beli modnya (sejenis cangkang vape dengan dudukan slot batre dan chip vape) saja, untuk tesla invader 3 harganya Rp 400 ribuan. Itu belum termasuk batre, charger, dan liquid,” jelas Derih.

Pemilik usaha liquid merk Raisa Liquid itu membandingkan, dulu untuk merakit sebuah vape jenis tesla invader 3 biayanya mencapai Rp 1 juta,  belum termasuk liquid. Sekarang, Rp 750 ribu juga sudah bisa mendapatkannya.

Lantaran pamor vape sudah meredup, ia mengaku penjualan liquidnya menurun. “Kalau yang beli masih ada, tapi tidak seramai dulu. Liquid dengan harga yang agak mahal sedikit saja sudah sulit dijual,” sebutnya. [Dan]

Komentari

komentar

zvr
Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?