Etalase

Penjualan Tikar Mendong tak Seramai Dulu, Abah Eje: Bisa Makan Saja Sudah Alhamdulillah


initasik.com, etalase | Eje Zaenal sudah puluhan tahun menggeluti usaha mendong. Suka duka dialaminya. Sukanya, ia pernah merasakan omzet ratusan juta rupiah dari usahanya tersebut. Dukanya, kini hal itu tinggal kenangan.

Ditemui di tempat usahanya, Pager Gunung, Kelurahan Singkup, Kecamatan Purbaratu, Kota Tasikmalaya, pria yang akrab disapa Abah Eje itu menyebutkan, saat ini kondisi usaha mendong sedang mengalami keterpurukan. “Sekarang mah bisa makan saja sudah alhamdulillah,” ujarnya.

Ia mengatakan, saat ini kondisi usaha tikar mendong menurun drastis. Jika dahulu bisa dapat omzet Rp 500 juta sampai miliaran rupiah, kini dapat Rp 5 juta saja terbilang bagus. Meskipun demikian, Abah Eje tetap menekuni usaha yang telah dirintisnya selama puluhan tahun itu untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari.

Menurutnya, selain bahan baku yang sudah tidak sebanyak dulu, banyaknya tikar plastik dan yang berbusa jadi penyebab menurunnya tikar mendong. Kendati begitu, ia tetap bersyukur masih punya pasar yang menerima mendong buatannya, hingga tembus ke Bandung dan Jakarta. Soal harga, itu tergantung ukuran. Mulai Rp 10 ribu sampai Rp 20 ribu per meter. [Eri]

Komentari

komentar

zvr
Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?