Peristiwa

Penutupan Pasar Tasik Tanah Abang Rontokkan Omzet Pengusaha Bordir Tasik

initasik.com, peristiwa | Penutupan Pasar Tasik Tanah Abang, Jakarta, membuat omzet para pengusaha bordir di Kota Tasikmalaya rontok. Mereka mengaku pendapatannya turun hingga 80 persen.

Ening, pemilik butik Al-Tashmal, Kawalu, mengakui hal itu. Menurutnya, setiap sepekan dua kali dirinya rutin pergi ke Tanah Abang untuk menjajakan barangnya. Kendati hanya dua hari dalam sepekan, omzet di sana selalu besar. “Saat ini kami hanya bisa menjual sekitar 20 persen dari jumlah yang biasa dibawa,” keluhnya sambil mengerutkan dahi, Jumat, 13 April 2018.

Biasanya, lanjut Ening, dalam satu tahun, dari jualan di Jakarta, dirinya bisa dapat sampai Rp 5 miliar. Namun kini, ia mengaku sedikit putus asa untuk bisa memperoleh omzet sebesar itu. Mengingat, saat ini ia hanya bisa berjualan di luar Pasar Tasik.

Hal senada diutarakan Mumu Hasan Mubarok, pemilik Daiwani Collection. Sejak Pasar Tasik disegel, Mumu kehilangan omzet besar. Tapi, ia mengaku tak mau ambil pusing. Mumu memutar otak untuk mencari celah pemasaran baru. Meskipun diakuinya, sampai saat ini berjualan Pasar Tasik di Tanah Abang masih terus ia lakoni.

“Sekarang masih rutin kesana, tapi di pinggir jalan, dan berjualanyapun di mobil, untuk pemasaran, selain di Tanah Abang saya juga kini memasok barang ke Cirebon,” tandasnya. [Eri]

 

Komentari

komentar

zvr
Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?