Peristiwa

Penyakit Sosial Kian Parah, KH Didi: Itu Tantangan Santri

Kota Tasik | Pimpinan Pondok Pesantren Bustanul Ulum, Sumelap, Tamansari, Kota Tasikmalaya, KH Didi Hudaya, mengajak para santri untuk selalu mengobarkan semangat jihad. Tantangan dakwah saat ini dan nanti tak kalah berat dengan waktu penjajahan dulu.

“Semangat jihadnya harus tetap seperti zaman dahulu, namun caranya yang berbeda. Jihad sekarang melawan yang dapat merusak jati diri kesantrian, keadilan, dan tatanan nilai sosial. Penyakit sosial hari ini semakin parah. Itu merupakan tantangan bagi santri,” tuturnya usai mengikuti kirab santri yang dipusatkan di depan kantor PC NU Kota Tasikmalaya, Jl. Dr. Soekardjo, Kamis, 29 Oktober 2015.

Sakitnya tatanan sosial saat ini, sambung ketua PC NU Kota Tasikmalaya itu, merupakan lahan dakwah bagi santri. “Makanya pengetahuan agama dan kemasyarakatnnya santri dan kiai harus lebih ditingkatkan lagi, karena yang dihadapi sekarang ini lebih kritis,” tandasnya.

Terkait kirab santri, ia menjelaskan, itu merupakan rangkaian dari acara Hari Santri Nasional yang jatuh pada 22 Oktober. “Dengan ditetapkannya Hari Santri Nasional ini bisa lebih memberi semangat kepada generasi muda untuk belajar di pesantren, meningkatkan perannya di tengah masyarakat di berbagai aspek kehidupan,” harapnya.

Aan Ahmad Farhan, koordinator acara mengatakan, kirab santri diikuti 127 pondok pesantren, mulai dari tingkat Diniyah Takmiliyah Awwaliyah sampai perguruan tinggi. Ribuan santri mengikuti acara tersebut. “Ini untuk meneladani semangat resolusi jihad, karena dulu pelopor pertama resolusi jihad itu kiai dan santri,” ucapnya. initasik.com|syamil

Komentari

komentar