Peristiwa

Penyebab Penularan AIDS Bergeser

Kota Tasik | Isep Suhendar, pengelola program Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Tasikmalaya, menyebutkan, penyebab penularan penyakit mematikan itu kini sudah bergeser. Semula, banyak yang menderita AIDS lantaran menggunakan satu jarum suntik bersama-sama saat memakai narkoba.

“Tapi sekarang kebanyakan gara-gara jarum tumpul. Sejak 2011, banyak penderita AIDS disebabkan karena sering berganti pasangan. Kasus-kasus baru yang diketemukan kebanyakan karena seksual,” ujar Isep saat ditemui initasik.com di sekretariat KPA Kota Tasikmalaya, Senin, 1 Desember 2014.

Menurutnya, sejak 2003 sampai November 2014 sudah tercatat 277 orang yang positif terkena HIV-AIDS. Lantaran angka sebanyak itu, Kota Tasikmalaya berada di peringkat lima se-Jawa Barat dalam soal banyaknya ODHA. Sedangkan selama tahun ini ada 25 kasus baru, yang sebagian besarnya disebabkan sering berganti pasangan dalam berhubungan badan.

Terjadinya pergeseran tersebut dikarenakan banyak faktor, salah satunya keberhasilan program penanganan dampak buruk narkoba suntik. Dulu, kata Isep, para pengguna narkoba hanya memakai satu jarum suntik bersama-sama. Sekarang sudah tidak. Satu jarum suntik, satu orang pemakai. “Bukan kita menganjurkan untuk memakai narkoba, tapi bagi mereka yang belum bisa berhenti, kita beri pengertian bahayanya jarum suntik bila dipakai bergantian,” ujarnya.

Faktor lainnya adalah banyaknya tempat hiburan malam. Itu, katanya, juga memengaruhi. “Banyak yang datang ke tempat hiburan bukan untuk menyanyi, tapi bertransaksi seks. Janjiannya di tempat hiburan. Wanita-wanita penjaja seks juga nongkrongnya di tempat hiburan, meski eksekusinya tidak di sana,” papar Isep.

Ditanya soal penularan HIV-AIDS, ia menjelaskan, ada empat media yang akan menularkan virus mematikan tersebut, yaitu cairan sperma, cairan vagina, darah, dan air susu ibu. “Makanya ada penderita AIDS dari kalangan ibu rumah tangga dan anak. Itu mungkin disebabkan suaminya yang sering jajan di luar. Jadi, tidak semua penderita AIDS kelakuannya tidak benar, tapi mereka hanya korban. Tidak baik jika memberi stigma negatif pada mereka,” tuturnya. initasik.com|ashani

Komentari

komentar