Birokrasi

Penyerapan Anggaran Pemkot Tasik 2017 Tersisa Rp 100 Miliar

initasik.com, birokrasi | Penyerapan anggaran di Pemkot Tasikmalaya pada 2017 mencapai 91,8 persen. Nominal yang tidak terpakai sekitar Rp 100 miliar. Dibanding tahun kemarin, penyerapannya lebih besar sekarang.

Wali Kota Tasikmalaya, Budi Budiman, mengatakan, realisasi penggunaan anggaran sebesar itu terbilang bagus. Alasan tidak terserap sampai seratus persen, salah satunya lantaran ada anggaran yang tidak turun dari Pemerintah Pusat.

“Gaji dan tunjangan ada yang belum dibayarkan, karena ada yang tidak sesuai prediksi. Di satu dinas diprediksi butuh anggaran sekian, ternyata orangnya tidak ada, karena banyak yang pensiun. Tidak apa-apa. Uang kembali ke kita,” tuturnya usai rapat evaluasi tahun anggaran 2017, di aula bale kota, Senin, 22 Januari 2018.

Kendati tidak terserap semua, Budi menegaskan, hampir semua rencana kegiatan di 2017 telah dilaksanakan. Kalaupun ada satu dua yang bermasalah, jumlahnya kecil. “Ada lima kegiatan yang putus kontrak. Pihak ketiga wanprestasi. Kita blacklist sampai dua tahun,” sebutnya.

Terkait penarikan pajak, hampir semua pencapaiannya sesuai target. Untuk pajak hotel, misalnya, pencapaiannya 106 persen. Kemudian restoran 111 persen, hiburan 100,7 persen, reklame 95 persen, PJU 104 persen, parkir 100,6 persen, air bawah tanah bor 108 persen, mineral 86 persen, PBB 82 persen, dan BPHTB 113 persen.

“Untuk penagihan PBB kadang orangnya tidak ada. Kita akan kejar terus. Untuk memaksimalkan pencapaian target PBB, permohonan izin tidak boleh dikeluarkan kalau belum bayar PBB,” papar Budi. [Jay]

Komentari

komentar

zvr
Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?