Peristiwa

Perceraian Didominasi Kalangan Tua

Kabupaten Tasik | Kasus perceraian di Kabupaten Tasikmalaya didominasi oleh kalangan tua. Usia mereka berkisar 40 sampai 60 tahun. Sedangkan yang di bawah umur 40 tahun angkanya terbilang sedikit.

Panitera Sekretaris Pengadilan Agama Kabupaten Tasikmalaya, Aan Iskandar, menyebutkan, penyebab perceraian banyak disebabkan masalah ekonomi. “Data yang ada di Pengadilan Agama kurang lebih ada sekitar 300 perkara setiap bulannya akibat dari perkawinan, termasuk pengesahan nikah, dispensasi nikah dan lain sebagainya,” ujarnya, Jumat,21 November 2014. Ia tidak menyebutkan angka berapa jumlah kasus perceraian di kabupaten.

Menurutnya, Pengadilan Agama Kabupaten Tasikmalaya memiliki program sidang keliling di lima daerah, yaitu Ciawi, Taraju, Bantarkalong, Jatiwaras, dan Manonjaya. “Kita coba jemput bola, dan Alhamdulillah dalam artian bukan bersyukur banyak yang cerai, tapi ternyata masyarakat sekarang kesadaran hukumnya sudah meningkat. Mereka tidak lagi bercerai di bawah tangan, melainkan melalui lembaga resmi, yaitu pengadilan,” tuturnya.

Ia menegaskan, sidang keliling tersebut bukan bermaksud mencari perkara, tapi untuk memudahkan masyarakat. “Biaya untuk perceraian itu paling tinggi Rp 650.000. Kami juga melayani perceraian bagi masyarakat yang tidak mampu. Gratis. Syaratnya membuktikan surat keterangan tidak mampu dan memberikan data pendukung, seperti kartu jamkesmas,” sebutnya. initasik.com|sep

Komentari

komentar